Happy Love!

Aku tidak pernah ingat tanggal kita memulai semua ini. Tapi aku ingat semua detil pertemuan kita. Semuanya tersimpan rapi di memori dan kukunci di sana supaya tak ada yang mencurinya.

Aku ingat pertama kali kamu menghubungiku di waktu yang sangat tidak normal. Jam 3 pagi! Bahasa yang kamu pergunakan pun sangat konyol. Senormalnya, aku akan membiarkan pesan itu datang dan tidak pernah membalasnya. Aku nggak suka perkenalan di jam yang tidak seharusnya. Tapi entah ada apa hari itu. Aku belum tidur, mataku masih segar dan melihat pesanmu, tiba-tiba aku tersenyum lebar. Bukan berarti sebelumnya aku memperhatikanmu, ya. Aku bahkan nggak pernah mengobrol dan nggak pernah terlintas untuk berbicara denganmu. Tapi jari-jariku bergerak untuk membalas pesanmu. Hanya beberapa saat saja kita berbalas-balasan, lalu aku memutuskan untuk tidur. Entah itu karena aku mengantuk atau jual mahal.

Keesokan harinya, hari yang sangat sibuk. Aku bahkan sampai lupa membawa telepon genggamku. Hari itu selama berada di luar, aku tak sabar ingin cepat pulang. Ingin melihat apakah kamu mengirimkan pesan lagi untukku. Oh, ini hal paling aneh yang terjadi. Kenapa juga aku harus menunggu pesan-pesanmu? Begitu sampai rumah, hal pertama yang aku lakukan adalah mencari telepon genggamku dan berharap namamu ada di antara salah satu pesan itu. Aku hampir saja meloncat kegirangan menemukan namamu ada di antaranya. Kamu menanyakan mau duduk bersamamu malam nanti saat acara. Aku berusaha menjawab seadanya, padahal aku tersenyum simpul saat ini. Untungnya kamu tidak tahu.

Kamu tahu, malam itu mungkin jadi malam teraneh. Aku nggak tahu harus berkata apa dan kamu pun begitu. Aku pikir kita bisa tertawa terbahak-bahak tapi ternyata kita hanya duduk kaku. Atau itu terjadi karena jantung kita terlalu berdebar keras dan kita terlalu sibuk memelankannya?

Itu awal pertemuan kita. Selalu membuatku tersenyum ketika mengingatnya. Selanjutnya kita tak pernah berhenti berhubungan sejak hari itu. Melalui chatting, SMS, ataupun telepon. Ajaib, saya bisa bangun semalaman hanya untuk berbicara denganmu. Ada saat-saatnya kamu tidak menghubungi dan aku menunggu-nunggu, tapi terlalu gengsi untuk memulai duluan.

Aku ingat ketika kamu datang ke rumahku dan menyatakan perasaan. Kamu tahu, aku bingung sekali saat itu. Aku takut jatuh cinta, terutama sama kamu. Kenapa aku takut? Karena aku bisa jatuh terlalu dalam dan aku takut kamu hanya bermain-main saja. Dunia kita berbeda. Kamu adalah orang yang terlihat selalu bersenang-senang, santai, dan mudah bersosialisasi. Saya adalah semua kebalikan kamu. Aku terbiasa untuk berada di zona nyaman dan berada bersamamu berarti keluar dari zona nyamanku. Itu sangat menakutkan.

Seberapa banyak kamu menyatakan perasaan, seberapa sering aku menghindarinya. Aku takut menerima kenyataan bahwa aku jatuh cinta padamu. Mungkin kamu pun lelah dengan semua ketidak jelasan yang aku tunjukkan. Dengan semua penjelasan status yang benar-benar tidak jelas. Dengan hubungan yang berusaha kita sembunyikan dari orang lain. Dengan diam-diam menikmati perhatianmu tapi tidak berani membalasnya.

Sampai pada satu titik, aku tahu kehilanganmu adalah hal yang tidak siap kuhadapi. Keberadaanmu sudah jadi rutinitas yang harus kuhirup setiap hari. Dan kita tidak pernah mempertanyakan lagi mengenai status. Sampai akhirnya entah siapa yang memulai, kita saling menyebut satu sama lain kekasih.

Aku ingat pertama kali bertanya-tanya apakah kamu merasakan hal yang sama. Sampai akhirnya kamu bilang, “I love you, dear”. Dan aku tidak membalasnya. Terlalu takut untuk mengakui bahwa aku jatuh cinta padamu. Terlalu takut untuk menyerahkan hati ini dan membiarkan kamu yang menjaganya. Sampai pada akhirnya, aku tahu aku jatuh cinta dan tidak berusaha untuk menyangkalnya lagi.

Mungkin setahun lebih sudah berlalu, ya. Bersamamu sangat menyenangkan. Bukan hanya ketika aku senang, tapi ketika aku jatuh terpuruk pun, aku tahu kamu ada. Dari hanya sekedar bersenang-senang sampai akhirnya kita mengalami banyak hal penting dalam hubungan kita. We’ve walked this far. We might have to walk another thousand miles or even run. But as long as it’s with you, I don’t think I’ll be tired.

Rasanya ingin seperti pasangan lain yang mengucapkan, happy anniversary, tapi sayangnya aku tak pernah tahu kapan tepatnya. So, I just wanna celebrate our time together day by day.

Happy love, dear! Now I’m brave enough to fall for you because I know you will catch me to fly away.πŸ™‚

2 thoughts on “Happy Love!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s