Debora Oh Debora

Si bi ungu: Debora

Kalau saya lulus nanti, mungkin yang akan paling saya ingat dari kampus yang letaknya nun jauh di sana adalah bis ungu kesayangan: Debora. Bis itu emang Debora namanya. Cantik, ya.πŸ™‚

Debora ini jurusan Kalideres-Depok yang rutenya melewati Kalideres-Kedoya-Jalan Panjang-Pondok Indah-Lebak Bulus-Masuk Tol-Keluar di Antam-Lenteng Agung-Depok. Panjang banget, kan, rutenya. Debora ini satu-satunya bis sekali jalan yang melewati daerah rumah saya. Kalau nggak ada dia, saya harus naik busway, turun di Lebak Bulus, lalu naik Debora kecil yang penuhnya bisa sampai keluar, dan baru masuk tol setelah melewati Fatmawati. Jadi kebayang, kan, macet, panas (karena Debora kecil nggak ber-AC), dan lama. Jadi, walaupun Debora cuma muncul sejam sekali, saya lebih rela nunggu, daripada harus berkali-kali naik bis dengan tingkat kenyamanan yang nihil dan lama pula nyampainya.

Debora ini udah kayak bis jemputan. Orang yang naik pasti itu-itu aja (yah, secara jarang juga orang yang mau nunggu sejam demi kedatangan si ungu). Apalagi kalau pagi hari, Debora pertama, kita semua udah saling kenal. Ya sama penumpangnya, ya sama supirnya juga. Kita udah saling menyapa, becandaan, dan bahkan tukar-menukar telepon. YAK, akrab beneeer. Saya tahu semua no HP timer Debora. Jadi kalau mau nunggu Debora, saya pasti mengSMS atau telepon mereka nanya udah di mana Deboranya. Nah, kalau nomor mereka lagi nggak bisa dihubungi, saya menghubungi nomor penumpang lain (ini cuma berlaku di Debora pertama di pagi hari karena penumpangnya sama). Intinya penting untuk menjalin persahabatan sama semua penumpang dan Abang Debora.

Selain itu, keistimewaan Debora adalah tempat yang nyaman buat tidur karena berAC dan biasanya sepi. Jadi kalau saya kurang tidur karena harus bangun pagi mengejar Debora, ya nggak masalah. Saya bisa tidur sejam di Debora. Sebenarnya nggak cuma karena kurang tidur juga, sih. Tiap naik Debora saya bisa langsung tidur. Itu kayak magnet banget, deh. Hihi. Nyamaaan.

Ini akan jadi salah satu pengalaman yang nggak bakal saya lupa. Menunggu Debora itu mengesalkan, tapi kalau dia udah datang rasanya puasss banget.

Hey, kalian coba, deh.

3 thoughts on “Debora Oh Debora

  1. ahahahaha bok, ini bis udah kayak pria baik-baik yak.. jarang bener bukan.. boleh nih ntr gue coba. berarti lewatin Relasi kan ya mi?
    ongkosnya berapaan? hahahahhaa kocak bgt :))

  2. Iyaaa.. Nyiksa nunggunya, begitu datang rasanya ga pgn dilepas. Hahaha. Ini tarifnya 6ribu. Akrab2in deh ntr ama para supir dan keneknya.

  3. Hahahah beneeer in. Udah lama nunggunya, sekali dapet rasanya ga mau dilepas. Yup dia lewati relasi. Tarifnya 6ribu. worth it, karena habis itu lo bisa bablas tidur. kalau udah kenal sama lo dia malah bisa bangunin lo jadi lo ga bakal takut salah turun. Hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s