Kedip Mata Berbahaya

He was one of my friend. Akhir-akhir ini dia sering curhat tentang masalah percintaannya, terutama soal si mantan pacar. Sebagai teman yang baik, tentu saja saya dengerin dia dan berusaha kasih saran setiap ditanya. Saya tahu banget betapa dia sedih, stres, dan kecewa karena hubungannya dengan si mantan yang sudah berlangsung bertahun-tahun akhirnya harus kandas juga.

Saya meluangkan waktu setiap kali dia butuh untuk curhat, mau itu sampai tengah malam pun sebisa mungkin saya ladeni karena saya tahu betapa dia butuh untuk bercerita. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa terganggu. Bukan karena dia selalu curhat, tapi karena dia mulai flirting.

Di awal-awal putus, dia pernah bertanya: “kamu mau nggak jadi pedamping saya saat aku menduduki posisi ini?”

Tentu saja saya menolak. Waktu itu saya pikir dia cuma lagi patah hati dan nggak tahu harus ngapain sehingga berbicara seperti itu. Kata-katanya terus berulang sampai akhirnya saya bilang nanti pacar saya bisa marah, lho. Saat saya bilang begitu, dia mempertanyakan hubungan saya dan si Abang karena kami jarang terlihat bersama di publik. Lalu saya bilang ke dia, walaupun saya nggak sering muncul di publik bareng, but we’re definetely fine and happy. Sebelum kalimat itu terlontar, entah udah berapa kali dia flirting. Kadang-kadang saya menunjukkan SMSnya pada si Mama dan bertanya apa maksudnya. Si Mama bilang jangan sampai pacarnya tahu karena bakal bikin jadi masalah. Dooh!

Setelah itu dia nggak pernah flirting ke saya, walaupun masih sering curhat. Kalau saya harus ketemu dia dan mendengarkan dia, pasti saya selalu bilang ke si Abang. Si teman juga selalu bertanya apakah saya udah ijin ke si Abang belum kalau bertemu dengan dia. Dengar pertanyaan itu cukup bikin saya senang karena dia udah ngerti.

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba si teman bilang dia sedang naksir seorang perempuan. Wah, saya yang dengar senang banget karena akhirnya dia bisa move-on dari si mantan. Dia menceritakan perempuan ini punya senyum yang manis, tapi sayang dia sudah ada yang punya. Lalu si teman ingin menunjukkan pada saya puisi yang dia buatkan untuk perempuan tersebut. Inti dari puisi tersebut adalah cintanya sudah terlambat karena perempuan tersebut sudah ada yang punya. Lalu dia bertanya apakah yang harus dilakukan. Keesokan harinya dia meminta saya untuk mendengarkan sebuah lagu yang berjudul “Cinta Sudah Terlambat” dari Dygta yang ditujukan untuk perempuan tersebut dan bertanya mengenai pendapat saya.

Di sini saya sudah mulai curiga. Kenapa dia keukeuh banget nunjukin puisi dan lagu itu pada saya. Tapi saya nggak mau berprasangka buruk bahwa itu ditujukan buat saya. Saya menceritakan ini dan si Abang juga berpendapat itu buat saya. Awalnya saya ragu, tapi keesokan harinya si teman mulai mengSMS lagi. Menanyakan apakah sudah makan dan pertanyaan-pertanyaan basi kayak orang PDKT. Dia juga bilang ingin membahas soal si perempuan itu. Dia bilang, dia sudah kasih puisi dan lagunya dan respon si perempuan positif. Kemudian dia bercerita apa saja yang dikatakan perempuan itu dan saya baru sadar, itu semua ucapan saya dan nggak bermaksud untuk merespon positif. Inti dari perkataan saya semua adalah leave that girl alone because she has someone else. Sungguh saya kesal karena dia tahu hubungan saya dengan si Abang dan dia tetap berusaha menggoda. Akhirnya saya memutuskan untuk nggak membalas lagi SMSnya.

Nah, hari ini si teman bertemu dengan Abang. Abang berusaha menyalam untuk melihat reaksi si teman. Si teman mengacuhkan Abang dan tidak mengucapkan apa-apa dan dia melakukannya dua kali. Saya juga sempat berpapasan dengan dia tapi dia nggak berusaha mengajak saya bicara. Saya nggak tahu kenapa dia begitu. Apakah dia lagi buru-buru atau memang kesal dengan saya dan si Abang. Tapi apapun alasannya, saya nggak suka dia begitu. Terutama karena dia nggak respect sama si Abang. Dia bahkan nggak pernah bilang sama si Abang kalau dia sering bercerita pada saya, padahal mereka berteman, lho.

So, buat si teman, do respect our relationship. If not, sorry that I can’t help you anymore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s