Belajar Menghadapi Ketakutan

This is it. SK alias surat keputusan bahwa bapa saya akan pensiun per 01 Maret 2010 ini sudah keluar. Saya sudah dipersiapkan bapa akan pensiun dari 2 tahun lalu. Rasanya seperti menghitung waktu mundur. Tahun lalu masih santai-santai saja. Bahkan 2 bulan lalupun saya masih santai. Tapi begitu SK diberikan tadi, waduuuuh, baru kerasa deg-degannya.

Saya nggak punya kerjaan tetap, masih kuliah S2 yang dibiayai oleh orang tua. Adik saya yang paling kecil baru aja masuk kuliah. Mengerikan! Sementara biasanya saya santai-santai aja, semua sudah tersedia. Sekarang saya harus belajar untuk kehilangan beberapa hal yang saya suka.

Saya nggak pernah berkeluh kesah mengenai bapa yang akan pensiun ke siapapun juga. Nggak ke teman dekat, ke saudara, atau ke pacar sekalipun. Rasanya saya sedang flight, mencoba untuk tidak memikirkan, atau malah pura-pura nggak tahu. Saya nggak mau jadi orang yang tiba-tiba sedih atau mengais-ngais perhatian karena orang tua saya akan pensiun dan itu akan berdampak besar buat saya.

Well, saya takut ternyata. Sangat takut. Kalau sudah begini, rasanya pengen segera cepat lulus dan dapat kerja. Sedikit menyesal karena di usia sekarang ini saya malah lagi S2 dan masih bergantung sama orang tua dalam hal finansial. Di tengah-tengah ketakutan saya, saya percaya bahwa nggak mungkin semuanya bakal semenakutkan itu. There will be a way. Walaupun saya masih nggak tahu jalan seperti apa yang akan terjadi pada saya dan keluarga saya.

Saya rasa saya harus mulai membuka diri untuk ini. Menceritakan mengenai perasaan ketakutan ini kepada seseorang mungkin akan lebih baik. Saya cuma pengen merasa baik saat ini dan menjernihkan pikiran saya dari semua ketakutan-ketakutan yang ada (rasanya yang bikin paling takut itu adalah kuliah saya saat ini, deh. Tugas, laporan, thesis. Benar-benar bikin mual!).

Doakan saya, yaaa.

Bless you all!

2 thoughts on “Belajar Menghadapi Ketakutan

  1. FYI, bokap gue jg akan pensiun 2011, mi, ga lama lagi. sedih sebenernya karena gue sudah diwanti2 utk hal itu sejak sekarang. makin sedih kalo beliau bilang : it’s still oke to continue my study. wow. *gak tega sebenernya*

    Semangat mi, sisa bbrp bulan lagi kan untukmu! ayo. make your daddy proud:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s