You should meet this man!

Si Abang adalah pria paling konyol dan undpredictable yang pernah saya kenal. Dia sering sekali melakukan hal-hal yang bikin saya kaget dan senyum-senyum sendiri. Kadang-kadang memalukan, tapi selalu membuat saya senang.

Contohnya kemarin. Saya dan dia yang kelaparan setengah mati karena habis olahraga muter-muter mall PIM (bolak-balik PIM1 dan 2 bisa dikategorikan olahraga juga, kan?), memutuskan untuk mampir di sebuah restoran sederhana di dekat rumah. Makanan spesialnya adalah kwetiaw yang enaaaak banget. Selesai makan, kami melangkah keluar, mau masuk ke mobil. Saya jalan sambil main HP, sementara dia mendahului saya. Ketika saya sampai di mobil, tiba-tiba dia membukakan pintu mobil untuk saya dan mempersilahkan saya masuk sambil membungkukkan badannya. Saya kaget banget, tapi masuk juga ke mobil sambil senyum-senyum. Belum lagi mobil yang diparkir di sebelah isinya satu keluarga penuh dari anak-anak sampai kakek-nenek melihat ke kami. Pasti mereka kebingungan melihat adegan tadi. Di mobil kami pun tertawa terbahak-bahak.

Bukan cuma itu saja. Di hari yang sama, saya sedang mencoba-coba sepatu di sebuah toko. Sambil mencoba-coba sepatu saya melihat ke kaca. Tiba-tiba dia mengambil sepatu yang saya coba, jongkok, dan berusaha memasangkan sepatu tersebut ke kaki saya. Sambil salah tingkah karena banyak pengunjung yang melihat kekonyolan itu, saya tertawa terbahak-bahak. Dia memang bisa bikin saya tersipu-sipu malu.

Suatu hari, saya pernah bete setengah mati di rumah karena lagi ngambek sama orang rumah. Dia yang baru pulang dari acara keluarga, langsung menuju ke rumah saya dan mengajak pergi supaya saya nggak bete lagi. Dia mengajak saya makan malam di Pisa Cafe Mahakam. Suasana yang nggak terlalu rame dan pemandangan Hotel Grand Mahakam yang selalu saya suka membuat saya lupa kalau hari itu hari yang kurang menyenangkan buat saya. Setelah selesai makan dan karena lampu di Pisa Cafe semakin gelap semakin malam membuat mata saya sakit, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Benar-benar jalan kaki mengelilingi Taman Ayodia, lalu menuju daerah Blok M Plaza, dan kembali ke tempat semula. As simple as that, but I can’t stop laughing because he told me all the silliest jokes. Lumayan capek, tapi membuat saya merasa berada di mimpi-mimpi saya.

Yang lebih menyenangkannya lagi, dia jarang marah atau mengeluh terhadap saya. Saya ini orangnya bukan petualang, sementara dia, sangat sangat petualang. He LOVES riding motorcycle. Sementara saya bukan salah satu pecinta motor, terutama kalau panas terik dan cuaca mendung nggak karuan. Kalau panas terik di siang bolong, rasanya badan saya kayak kebakar semua, badan keringetan, dan rambut (terutama poni) udah nggak karuan lagi bentuknya. Kalau cuaca mendung, cenderung hujan, juga bikin saya dag-dig-dug takut kehujanan. Bukannya saya anti naik motor, lho. Nope, tiap hari aja saya naik ojek. Tapiii, kadang-kadang saya lebih milih naik angkot, terutama kalau keadaan seperti di atas. Jadi kalau kami mau pergi, biasanya dia akan telepon saya, membujuk supaya mau naik motor, padahal di luar lagi mendung dan cenderung hujan. Kalau saya bilang jangan dong, bentar lagi mau hujan, dan ditambah alasan-alasan lainnya, dia akan tertawa dan bilang, “iya.. iya.. iya”. Nggak memarahi saya, apalagi ngambek.

Dia juga tahu betapa repotnya saya dengan urusan baju. Sementara sebenarnya dia agak cuek. Dia bisa saja asal pake baju yang terletak di tumpukan paling atas lemarinya. Jadi kalau jalan sama saya, dia akan berhati-hati memilih baju mana yang akan dia pakai dan memadu-madankannya dengan benar. Karena saya, si fashion police, akan cerewet mengomentari pakaiannya. Lucunya dia punya banyaaaak banget sepatu bagus, tapi yang dipakai itu-itu aja. Dan dia malah nggak punya sendal. Kalau pake sendal, berarti yang dipake sendal jepit. Hihi.

Dia selalu memberi dukungan penuh kalau itu bisa membuat saya tambah baik lagi. Suatu hari saya menceritakan bahwa saya dipilih untuk suatu bidang di gereja. Dia tahu betapa saya ketakutannya harus tampil di depan. Tapi dia bilang saya pasti bisa dan dia akan membantu saya. Pada hari pelantikan, dia datang. Padahal saya tahu betapa susahnya dia bangun pagi dan biasanya lebih memilih bergereja sore. Tapi dia bangun pagi dan bahkan menyemangati saya untuk maju ke depan (dan akhirnya saya nggak maju ke depan karena psikosomatis akut).Β  Bahkan dia menemani saya ketika tidak sengaja saya ketemu bapaknya (dan kebetulan sekali ketua bidang saya itu) dan meyakinkan saya dengan bilang ke bapaknya kalau bidang ini akan seru dan menyenangkan. Tentu saja bapaknya yang sebenarnya baik dan lucu (tapi pintar *sigh*), mengangguk-angguk dan tertawa menenangkan juga.

Yang paling lucu dari pria satu ini adalah dia senang sekali difoto (walaupun tentu saja dia nggak ngaku). Tapi kalau saya sudah mengeluarkan kamera atau HP dan bilang, sini difoto dulu. Dia bisa langsung mengangguk dan nggak pernah nolak sama sekali. Pernah suatu kali ketika kami baru pulang dari menjemput saya di rumah teman. Dia yang sedang di atas motor Tiger hitamnya dengan jaket biker dan sepatu khusus untuk bermotor, saya suruh diam sebentar karena mau saya foto. Dia langsung kesenangan dan bilang tunggu sebentar dia akan berpose yang bagus. Dia minta difoto beberapa kali karena dia merasa sangat keren kalau berada di atas motor kesayangannya itu. Sebelum pulang, dia lalu mengingatkan saya untuk tidak lupa meng-upload foto tersebut. Lucuuuu sekali pria ini. By the way, acara foto-foto idamannya adalah berfoto di atas motor. Teteeeeup, ya. Hihi. Ini dia hasil fotonya> Lihat, deh, jaketnya bisa menyala gitu.

Pria ini selalu membuat saya ketawa dan senang. Untuk ukuran saya yang maunya dominan dan suka ngatur (yeaah, bawaan anak pertama kali. Padahal dia juga anak pertama, lho), dia bisa mengimbangi. Dia banyak mengalah, tapi justru itu yang bikin saya cukup tahu diri untuk nggak seenaknya juga. Ajaibnya, kali ini saya jarang ngomel-ngomel, lho. Oooh, dia tahu banget rahasia membuat saya berhenti mengomel.πŸ˜‰

Kalau dilihat-lihat, saya dan dia adalah dua orang yang beda banget. Saya anak rumahan dan dia paling nggak betah seharian di rumah. Saya suka ada di zona nyaman, sementara dia petualang sejati. Teman-teman kami berdua pun berasal dari kalangan yang berbeda. Tempat gaulnya aja udah beda. But somehow, we meet in the middle. Dia mengenalkan saya dengan dunianya yang baru, seru, dan menyenangkan. Dan saya mengenalkan dia dengan dunia yang lebih settled.

Bahkan saat ini ditulis, dia sedang menanak nasi. Sedangkan saya, hmm.. sudah lupa kapan terakhir kali menanak nasi. Luar biasa sekali bukan pria ini. Kalian harus mengenalnya. He is the funniest and nicest man I’ve ever know. Yet, he’s soooo lovable. He makes me feeling special everyday.

One thought on “You should meet this man!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s