You Can Run, But You Can’t Hide!

You can run, but you can’t hide.

Baru merasa bahwa kata-kata ini benar banget. Sejak saya mulai aktif di gereja ini kira-kira satu setengah tahun yang lalu niatnya cuma karena nggak enak aja udah diajakin terus-menerus. Belum lagi si mama udah mulai ngomel-ngomel karena nggak enak masa seluruh dunia nanyain anaknya nggak pernah kelihatan, sementara si mama aktif di gereja. Jadilah saya setengah hati masuk kegiatan di wilayah gereja.

Ternyata hari-hari saya cukup menyenangkan juga di sana. Punya banyak teman-teman baru yang rumahnya dekat jadi kalau mau pergi nggak perlu susah-susah ngajak yang rumahnya jauh di ujung dunia dan langsung gampang mau ketemuan. Kami banyak menghabiskan waktu bareng, mengerjakan beberapa proyek wilayah gereja, dan tentunya bersenang-senang bersama.

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang pemimpin paduan suara di gereja yang meminta saya memberikan pelajaran di bidang psiologi untuk anak-anak bimbingannya. Dan mereka beneran anak-anak yang berusia SD-awal SMP. Waduuh, saya udah menolak tapi si bapak ini datang ke rumah dan langsung meminta ijin ke mama. Jadilah saya nggak bisa menolak. Saya nggak pede melakukannya karena anak-anak bukanlah bidang saya, dan entah kenapa saya memang nggak pede bicara di depan orang banyak. Sempat saya datang sekali ke latihan paduan suara tersebut, berbicara sedikit di depan, dan merasakan ketidaknyamanan luar biasa. Sejak itu, saya menolak untuk datang lagi. Benar-benar bukan bidang saya.

Entah kenapa saya yang bertitel sarjana psikologi dan sedang mengambil master di bidang yang sama ini menarik perhatian orang-orang di sekitar lingkungan gereja. Beberapa orang tua teman yang kebetulan bergerak di bidang pendidikan mendatangi saya dan betapa mereka ingin membuat pelatihan atau seminar di mana di dalamnya ada kandungan psikologi. Oh, tentu saja saya nggak pernah menganggap ucapan mereka serius karena saya merasa tidak mempunyai kapabilitas yang cukup untuk itu. Masih banyaklah yang lebih berpengalaman dari saya di lingkungan gereja ini.

Nah, beberapa hari yang lalu ketika saya baru bangun tidur siang, saya mendapatkan telepon dari orang yang saya kenal. Salah satu orang gereja juga. Dia mengatakan bahwa nama saya dimasukkan ke dalam bidang pendidikan diakonia gereja. Karena baru bangun tidur saya iya-iya aja. Saya tanya tugas saya apa dan dia bilang bikin seminar dan pelatihan atau apapun yang berbentuk pendidikan. Sampai sini saya masih tenang. Dia menyebutkan nama ketua seksi pendidikan ini. Dan saya mengiyakan. Baru beberapa hari kemudian, saya mengetahui dari si mama bahwa ketua seksi pendidikan ini adalah orang yang saya kenal dekat, yang sangat pintar, dan jago banget. Saya tahu bahwa di depan dia saya ingin menampilkan image yang bagus (yah yah, karena saya lagi dekat sama anaknya *blushing*). Saat itu juga paniklah saya. Saya ini orang yang paling nggak pede sedunia. Untuk ngomong di depan audience bisa bikin seluruh badan gemetar dan lutut jadi lemas. Belum lagi ini soal pendidikan dan ilmu yang saya pelajari, loooh, kok saya malah tambah nggak pede, ya? Saya bisa lancar ngomong soal psikologi di depan klien-klien atau dengan teman-teman, tapi kalau di depan umum saya bisa mati kutu. Mampuslah saya!

Setelah mengutarakan kepanikan saya dengan si pacar. Dia bilang saya pasti bisa dan dia mengingatkan saya bahwa sejauh apapun saya berlari, saya nggak akan bisa sembunyi. Tuhan mau saya menyumbangkan ilmu ini di gereja. Udah sampai 2 kali gitu, lho, ada yang minta dan sekarang kejadian lagi. Berarti emang udah takdirnya begitu. Duh duuuh, tambah keringat dingin. Seberapapun dia mencoba meyakinkan saya, tapi berhadapan dengan sebagian besar anggota yang udah berpengalaman dan jauh lebih tua dari saya bikin saya sangat ketakutan.

Tapi dia benar. Seberapapun saya berlari, pada akhirnya Tuhan akan menguji kemampuan saya di sini. Tuhan selalu menguhi orang tepat di titik kelemahannya, dan titik kelemahan saya adalah nggak pede tampil di depan umum. Fiuuuh, masih merasa deg-degan, sih. Tapiii mungkin memang harus dicoba. Ini bikin saya akhirnya jadi harus kembali membaca buku dan sering-sering nonton berita.

Wish me luck, guys.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s