Momen Natal

Banyak cerita dari Natal tahun ini. Sempat kesal-kesalan, tapi akhirnya bisa senang juga. Tapi Natal selalu jadi momen yang menyenangkan dan pada akhirnya cuma meninggalkan kenangan manis aja. Ini kejadian-kejadian di sekitar natal tahun ini:

  • 24 Desember 2009. Seluruh keluarga udah libur. Rameee banget di rumah. Sekitar jam 12 siang, pergi bareng bokap untuk nganterin beberapa bahan kain untuk para tetangga. Lalu pergi ke sebuah supermarket, memanjakan diri di salon dengan creambath bareng bokap. Ya ampuun.. menyenangkannya creambath. Setelah itu, istirahat sebentar dan siap-siap ke gereja untuk kebaktian malam natal. karena seluruh keluarga ikut, dimulailah keribetan yang ada. Ada yang susah dibangunin, ada yang lama mandinya, dan ada yang lelet dandannya. Akhirnya sampai di gereja jam 19.10, padahal gerejanya mulai jam 19.00. Telat 10 menit aja gereja udah penuuh banget. Bahkan kursi-kursi yang ada di tenda pun udah penuh. Kami duduk tercerai berai. Bokap dan nyokap (untungnya) dapat duduk di dalam. Sementara saya dan adik-adik terpisah duduk di luar. Suara yang ada di dalam nggak kedengeran pula. Yaah, jadi cuma mengira-ngira dari buku acara aja, kebaktiannya seperti apa. Lucunya, pas saya lagi ke WC, ada beberapa anak muda (hm, sekitar SMA atau awal kuliah) yang ngajak kenalan. Kayak di mall-mall gitu. Wuiiih, berasa muda kembali. Hihi. Pulang gereja, makan bareng keluarga di warung tekko. Tempatnya bagus dan menyenangkan. Tapi yang penting, semuanya bareng keluarga. Sampai di rumah, sempat nonton konser natal di TV dan ngobrol dengan beberapa teman yang bikin hati jadi hangat.
  • 25 Desember 2009. Sengaja bangun lebih pagi supaya nggak telat datang ke gereja dan dapat duduk di dalam. Tapi sayang penuh sayang, walaupun datang sebelum kebaktian di mulai, tetap aja tempatnya penuh, walaupun nggak sepenuh kemarin. Untungnya saya duduk dengan teman-teman yang menyenangkan. Sehabis kebaktian, langsung kembali ke rumah karena saudara-saudara dari pihak nyokap mau datang. Pas lagi nunggu mereka datang, tiba-tiba teman bokap yang baru pulang dari luar negeri bawa oleh-oleh. It’s BB. And my dad gave it to me. Wuiiiiih, I guess I’ve been good this year. Thanx, Santa! Sianganya, keluarga besarku datang. Wuiiiiih rame banget! Senangnya karena ketemu keponakan favorit, little J. Dia udah gede dan makin cantik. Katanya dia mau jadi model. Anak didikanku bakal jadi artis. Hihihi. Sayangnya, malamnya sempat bete banget karena acara jalan-jalan tiba-tiba batal. Padahal udah sangat excited dan sangat menunggu-nunggu. Langsung nge-drop emosinya. Untung ada film Titanic, beromantis ria sendiri, deh.
  • 26 Desember 2009. Masih agak bete, sih. Tapi untungnya siangnya saya bisa keluar dan jalan-jalan. Pertama, makan mie ayam di dekat rumah. Mie ayam super enak yang nggak pernah bisa saya tolak (hm, terutama kalau belum makan kayak gini). Setelah makan, jalan-jalan ke puri. Setelah bosan, lalu muter-muter nggak jelas di luar, sampai akhirnya terdampar di Pejaten village. Niatnya mau nonton, tapi filmnya kok pada nggak enak, ya. Oh ya, untungnya teringat nanti malam ada acara Christmas Potluck. Kami mencari-cari kado untuk acara tukar kado nanti. Setelah mutar sana sini, akhirnya dapat juga hadiah yang tepat. Sudah jam19.30, padahal acaranya jam 20.00. Kami langsung menuju ke tempat acara. Tapi sebelumnya harus cari kertas koran dulu, nih, untuk bungkus kado, trus harus minjem gitar buat acara nyanyi-nyanyi, dan beli makanan kecil buat dibawa ke Potluck. Paling lucu pas harus nyari koran, gunting, dan selotip pas bungkus kado. Kami sampai mampir di rumah seorang teman untuk minta koran, gunting, dan selotip. Tapi sayangnya, dia cuma punya koran. Trus kami minjem ke abang martabak, tukang jamu, dll, tapi tetap nggak ada. Akhirnya kami beli di indomaret dan membungkusnya di mobil karena sudah telat. Saat kami sampai, sudah banyak orang berkumpul. I had a lot of fun and laughed all the time till I was so tired. Yang paling lucu, pas acara tukar kado, saya dapat kado dari dia dan dia dapat kado dari saya. Ya ampuuun, kalau kayak gitu tadi kita nggak usah capek-capek bungkus kado, wong belinya sama gitu. Hihihi. It’s a sign, maybe? Hmm.. It was fun, fun, and fun.
  • 27 Desember 2009. Ke gereja bareng keluarga lengkap. Khotbahnya mengingatkan saya untuk selalu bersyukur dan menjadikan hidup sebagai anugerah. Sesuatu yang jarang sekali saya syukuri. Lalu setelah itu makan di lapo senayan. Saya makan bakmi medan paling enak yang pernah ada. Sukaaaa sekali!

Apapun kejadiannya, Natal selalu jadi momen terbaik sepanjang tahun.🙂 Makasih, dear.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s