Kasuistik Terakhir

Bangun lebih pagi. Duduk manis di halte menunggu Debora. Ternyataaaa udah hampir jam 7, si bis ungu ini belum datang juga. Mulai panik karena ujian kasus jam 8 pagi dan si dosen meminta jangan telat. Buru-buru ke halte busway terdekat. Tumben-tumbennya busway lamaaaaa banget. Jam 7 pagi masih di Kebon Jeruk. Lebih parahnya lagi jam 07.45 masih di Poin Square. PANIK! Mau nangis rasanya.

Di Tanjung Barat akhirnya turun dari bis dan naik ojek. BURUUUUU dong, bang! Saya udah telat, nih!

Baru sampai di kelas jam 08.15 dan tentu saja ujian kasus udah dimulai. Ketinggalan presentasi anamnesa dan psikogenesa. Sang dosen lagi nanya pendapat teman-teman dan saya cuma bisa bengong. Berusaha langsung tune in tapi ternyata susaaah. Apalagi AC langsung mengarah ke muka saya. Dingiiiiiiin banget. Untunglah, akhirnya saya bisa ngikutin juga. Dan sang dosen memberikan nilai yang lumayan.🙂

Jam kedua, giliran kasuistik saya. Cek baby cek.. Rambut udah oke (sisa ngeblow pas ke pesta kemarin. Hihi), wardrobe juga mencerminkan keprofesionalitasannya (pentiiiiing nggak, sih, ini? Hihihi), flipchart, laporan, alat tes.. YES, semua siap.

Presentasi, tanya-jawab, tingkat kepedean, dan ketenangan. Dan teman-teman yang sama sekali nggak menyudutkan pertanyaan-pertanyaanya. Dosen penguji yang baik hati pula. Daaaan.. nilai yang bagus tentunya. Wow, PERFECT! Semuanya sempurna untuk mengakhiri kasuistik terakhir. Makasiiiiih ya, teman-teman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s