Watch Your Words, Sir.

Pagi ini saya meng-SMS seorang dosen dalam rangka minta tanda tangannya untuk kasuistik saya. Saya tanya kapan dia bisa ditemui untuk minta tanda tangan, lalu dia menjawab sekarang. Lho, tentu saja nggak bisa karena saya berada jauh dari kampus. Lalu saya usulkan hari senin dan dia setuju. Lalu kemudian, saya tanya kembali kira-kira dia bisa ditemui jam berapa. Tak lama kemudian dia menjawab:

Gini N: ntr sy sebut jam kamu di Kutub Utara. SEBUTKAN DULU JAM BRAPA AJA YG KAMU BISA DEH!

Setelah menerima SMS ini ada beberapa hal yang melintas di kepala saya:

  1. Bahkan dia menyingkat nama saya menjadi cuma N saja. Is it polite? For me, it’s not.
  2. Wow, saya disuruh ke Kutub Utara. Jauuuuh banget, ya. Mau bayarin saya, Mas? It’s sarcasm, right?
  3. Capital words. Meant he was yelling at me.
  4. What was wrong if I asked what time I could meet him? Daripada saya mengira-ngira dan akhirnya nggak bisa ketemu dia.

Duluuuu, waktu mau kasuistik bulan lalu dia juga marah sama saya karena saya dikira nggak konfirmasi mengenai jam ujian padahal saya sudah konfirmasi. Lalu waktu kasuistik pun, dia menyebut saya naif, bodoh, dan segala macamnya. Waktu itu justru saya bersyukur, saya dapat banyak hal dari dia. Yup, dia memang sangat pintar.

Nah, tapi beda dengan pendapat saya yang dulu, kali ini saya lumayan kesal karena dia begitu. Even, if you’re so SMART and you’re a LECTURER, I can’t except the way you treat me. Kalau saya salah, bisa dong, memberitahu saya dengan cara yang sopan. Kalau saya nggak tahu, kasih tahulah dengan cara yang baik.

Karena saya cuma seorang mahasiswa yang mencari nilai dan males banget cari masalah karena dia bisa mempersulit saya nantinya, maka saya meminta maaf padanya: Maaf Mas, kalau saya salah bicara. Saya akan datang hari Senin dari jam 9an. Terima kasih, Mas.

Lalu dia membalas dengan lagi-lagi huruf besar:

Pelajaran: 1. JANGAN MENGAJUKAN OPEN Q KALO ANDA TAK AKAN BISA MEMENUHINYA. 2. Tuk satu ttd JANGAN SAMPE SMS BOLAK BALIK! 3. Senin jam 10an. Sms aja dulu.

Ok, I get it now. Dia nggak suka pertanyaan terbuka. In my defense, mana saya tahu. Dosen-dosen lain nggak pernah bermasalah dengan ini dan nggak pernah marah kalau saya tanya kapan bisa ditemui. Jadiiiii, tahu dari mana kalau Anda tidak suka? Saya juga baru tahu kalau untuk hal-hal kecil, seperti misalnya tanda tangan, berarti SMSnya jangan berkali-kali. Hm, berarti kalau saya mau ngasih uang 1 milyar, saya boleh SMS berkali-kali ya.

Fiuh, benar-benar butuh kesabaran tingkat tinggi untuk berhubungan dengan dosen ini. Mengingatkan saya bahwa, bulan ini saya lagi menantang diri sendiri untuk nggak bete karena hal-hal kecil. Daaan.. I’ll take this one as a good lesson.

Have little spirit of Christmas, Sir. Happy December.πŸ™‚

4 thoughts on “Watch Your Words, Sir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s