Don’t push me

This past 2 weeks were really crazy. Institusi yang jauh, sakit yang nggak kunjung sembuh (dari demam, flu, radang tenggorokan, maag, pusing. Kelihatannya sakit ringan semua, tapi begitu itu semua bergabung jadi satu, rasanya sehat itu mahal harganya), dan orang-orang/ keadaan yang membuat emosi meningkat tajam.

Saya biasanya bisa diam, manggut-manggut, senyum-senyum, atau membiarkan saja orang-orang yang membuat saya kesal. Jarang banget saya sampai ngomong langsung ke mereka. Biasanya saya cuma memaklumi tindakan mereka dan nggak terlalu peduli juga.

Tapi kali ini, saya nggak bisa tahan. Lalu marahlah saya pada beberapa orang yang selama ini sudah membuat emosi saya naik turun. Saya nggak bisa membiarkan mereka berbuat semaunya terhadap hidup saya.

Saya mau pergi ke mana, dengan siapa, dan mau apa. It’s none of your bussiness. No need you trapped me with some ridiculous messages. Itu bukan acara yang wajib saya hadiri. Saya sedang nggak mood, saya sedang nggak mau berbasa-basi, saya nggak mau bertemu orang-orang. So, don’t push me to one.

Sudahlah. Kalau saya teruskan tulisan ini akan berisi semua keluh-kesah saya. Sudah. Jangan diganggu dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s