Fireproof

Sabtu pagi nonton film Fireproof. Film yang sebenarnya nggak kedengeran gaungnya, cuma disaranin sama teman. Actually, ini film rohani gitu. Tentang gimana sebuah pernikahan hampir hancur dan mempertahankan supaya jangan sampai bercerai.

Ada satu kalimat yang saya ingeeet banget di film ini: The sad part about it is, when most people promise for better or for worse, they really only mean for the better.

Yup. Pernikahan selalu mendatangkan harapan: anak-anak yang baik, punya rumah sendiri, bersama sampai tua, dan sejuta harapan lain. Hope is good. Tanpa harapan seseorang nggak punya motivasi untuk melakukan sesuatu. Tapiii, apa kita siap untuk hal-hal buruk itu? Gimana kalau setahun setelah menikah rumah kita kebakar dan nggak menyisakan apa-apa, gimana kalau kita dipecat dari pekerjaan, gimana kalau pasangan kita menderita sakit keras, gimana kalau kita didiagnosis nggak bakal punya anak? Ada banyak gimana ini, gimana itu. Ada banyak kemungkinan dan semuanya belum tentu sebaik harapan kita. The question is are we ready for the worst?

I really really really want to get married. Kadang-kadang ketakutan untuk menikah bukan karena belum mendapatkan pasangan, tapiii karena pertanyaan itu: am I ready for the worst? Sejak kecil sampai sekarang, saya hidup berkecukupan. Semua kebutuhan saya terpenuhi tanpa perlu susah-payah. Bahkan apapun yang saya mau tinggal minta pembantu, even untuk bangunin saya di pagi hari.

Saya tahu ketika menikah, mungkin saya nggak bisa semudah itu lagi. Misalnya saya punya suami kaya raya yang bisa menyediakan saya rumah besar dengan 10 pembantu, tetap nggak ada jaminan bahwa selamanya dia akan sekaya itu. Bisa aja Tuhan mengambil semua kekayaannya dalam satu malam. All things are possible. So, I think, kita nggak cuma mempersiapkan diri kita dengan asuransi, pekerjaan yang bagus, harta berkelimpahan, tapi juga mempersiapkan mental kita ketika semua itu nggak ada. Will I love my husband like I used to be?

Susaaaah banget itu pasti. But I’m learning to go through this process. Saya pengen banget ketika mengucapkan sumpah itu berarti saya mengiyakan kedua bagian: for better or for worse. No other else.

Happy saturday, guys๐Ÿ™‚

 

2 thoughts on “Fireproof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s