n.o.t.i.n.t.h.e.m.o.o.d

Tadi malam saya baru tidur jam 1 dini hari. Berniat untuk tidur lebih cepat, tapi ternyata saya terlibat pembicaraan cukup serius dengan seseorang. Pembicaraan ini begitu menguras energi saya di tengah rasa kantuk yang mendera. Untungnya berakhir dengan baik.

Harus bangun jam 05.30 dengan mata yang beraaaat banget. Nggak tahu kenapa mood saya hancur berantakan. Merasa sedih, takut, khawatir tapi nggak tahu untuk apa dan kenapa. Rasanya seperti nggak menjejak tanah, nggak mau ngapa-ngapain, dan diam di rumah aja. Tapi saya harus ke kampus yang letaknya nun jauh di sana untuk jadi partisipan kasuistik.

Untuk bikin mood jadi lebih baik, sengaja saya pakai baju yang bagus berdandan, dan pakai high heels (jaraaaang banget saya pakai high heels ke kampus atau ke manapun, kecuali ke gereja atau pesta). I wanted to feel good by looking pretty.

Tapi dasar lagi sial.. saya harus nunggu bis berwarna ungu itu selama 1 jam lebih ditemani terik matahari. Pas naik, saya masih harus berdiri karena tumben-tumbenan banget bis itu penuh. Udah nggak tahu harus ngerasa apa. My mood was upside down. Sampai akhirnya di dekat PIM, saya bisa duduk dan itu pun nggak ada senderan kursinya. Sambil dengerin MP3, tiba-tiba saya pengen nangis dan mata saya berkaca-kaca. AAAAH! I hate this. Felt sad for no particular reason.

Sampai di kampus, harus mengurus banyak hal, ikut kasuistik dan merasa nyawanya lagi nggak ada di situ. Saya blank. Saya nggak tahu mereka ngomong apa. Saya cuma pengen pulang. Setelah selesai kasuistik saya langsung pulang. Menunggu si bis ungu lagi yang ternyata sudah kelewatan. Terpaksa naik bis ungu kecil nggak berAC tapi untungnya masih dapat tempat duduk.

Ketika saya turun dan harus menyebrang ke halte busway, hujan tiba-tiba turun dengan deraaaaas dengan angin kencang. Saya benci kalau begini. Saya harus jalan lumayan jauh di tengah hujan dengan high heels yang bikin kaki saya lecet (mana high heels nya jarang dipakai lagi).

Dan sampai saat ini mood saya masih nggak bagus. Butuh orang untuk ngobrol, but they’re all busy. Ke mana semua orang?

Dan hey untuk kamu yang di sana: kamu bikin saya khawatir!😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s