I Leave You Because You Don’t Give Me A Child

Pagi ini saya menyempatkan menonton infotainment (teteeeep ya.. hihihi) sebelum pergi praktek di RSCM. Seneng karena banyak berita baru yang belum pernah saya dengar. Gosip pagi ini yang menarik perhatian saya adalah mengenai rencana perceraian Alice Norin dengan DJ Riri. Alice Norin akhirnya mau bikin press conference untuk menjelaskan mengenai perceraiannya dan kenapa dia bercerai. WOW, ini, nih, yang saya suka. Hihi.

Awalnya saya pikir mereka bercerai karena Alice sempat punya affair dengan seorang pengusaha di awal tahun. Alice udah mengakui perselingkuhannya dan DJ Riri memaafkannya. Dulu saya pikir, hebat ya, DJ Riri mau memaafkan istrinya. Eh, tapi kok sekarang kenapa malah digugat cerai, ya? Ternyata oh ternyata, mereka memutuskan bercerai karena belum punya anak setelah beberapa tahun pernikahan mereka. Beberapa tahun di sini kurang dari 5 tahun, lho. Kalau kata Alice, DJ Riri yang umurnya udah 30an pengen cepat-cepat punya anak dan Alice yang masih di awal 20an masih belum mau punya anak atau emang belum dikaruniai anak dari Tuhan.

Pernyataan “mau cerai karena belum punya anak” bikin saya mikir, emang pernikahan itu hanya tentang punya keturunan, ya? Jadi kalau ada salah satu pihak yang nggak bisa memberi anak (mungkin mandul) atau belum/nggak mau punya anak, ya sudah tinggalkan atau ceraikan saja.

Kalau emang punya keturunan adalah yang paling penting dalam pernikahan, berarti dangkal sekali ya esensi sebuah pernikahan. Salah satu pasangan akan menjadi objek pencetak bayi (biasanya perempuan) dan kalau dia gagal melaksanakan hal tersebut, maka pihak yang satunya berhak menceraikan. Kalau menikah cuma untuk sekedar punya anak, lebih baik nggak usah menikah sekalian. Carilah seorang perempuan yang kandungannya bersedia dipinjam dan titipkanlah sperma di sana, voilaaaa.. jadilah anak.

Pernikahan itu lebih dari sekedar punya anak. Saya ingin menikah dengan seseorang bukan karena dia yang akan mendonorkan spermanya di tubuh saya dan menyumbang bagian dalam membuat anak untuk kami berdua. Nope, bukan itu. Saya ingin menikah dengan seseorang, karena dia yang melengkapi hidup saya dan saya ingin hidup bersamanya dengan atau tanpa anak. Saya ingin mencintainya sebagai satu bagian utuh, terlepas dia mandul ataupun nggak. Buat saya cinta itu tak bersyarat dan janji pernikahan yang diucapkan itu adalah benar: bersedia hidup bersama dalam suka dan duka, senang dan sedih, sehat dan sakit, cantik ataupun jelek, kaya dan miskin. So, it’s unconditional love. Saya mencintai dia bukan karena dia cantik, kaya, pintar, dan bla bla bla karena akan sangat mudah untuk mencintai orang seperti itu. Tapi saya mencintai dia walaupun dia jelek, miskin, nggak bisa kasih anak, dan bla bla bla.

Susah menemukan yang seperti itu dan saya berharap bisa menemukan pria seperti itu. Saya ingin dicintai karena saya adalah saya, dan bukan karena saya perempuan penghasil anak. Kalau saya jadi Alice Norin, saya bisa ngamuk berat kalau diceraikan dengan alasan nggak mau atau nggak bisa punya anak. Ketahuan, deh, cintanya sedangkal itu.

So, sebelum nikah, sepertinya penting menanyakan hal-hal seperti ini. Apakah kita punya misi visi yang sama? Penting juga untuk sama-sama melakukan medical general check-up jadi bisa ketahuan, deh, penyakit apa yang diderita satu sama lain. Nggak ada alasan ketika sudah menikah, salah satu ingin menceraikan yang lain dengan alasan pasangannya penyakitan, lalu berhak minta ijin nikah lagi alias poligami atau bercerai. Huh, punya pasangan yang begitu mendingan buang aja ke laut. Hihihi.

Jadi moral of the story adalah nonton gosip pagi-pagi berguna juga untuk refleksi diri. Hihihi.

One thought on “I Leave You Because You Don’t Give Me A Child

  1. “kejam” juga ya kalau mencintainya hanya sebatas “itu”….tetapi tetep kan ada yang namanya “komunikasi”…apapun bisa diselesaikan jika mau duduk dan bicara…

    oke deh…semoga bertemu dengan pangeran pujaan ya dan salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s