Menggelembung!

Sejak institusi, setiap hari saya merasa capek banget. Phisically and emotionally. Ditambah lagi malam-malam begadang untuk mengerjakan laporan yang nggak selesai-selesai. Praktis tidur saya juga berkurang, paling 4-5 jam sehari. Kalau besoknya jam kerja di institusi cuma sejam dua jam sih siangnya bisa tidur di rumah, tapi kalau jam kerjanya office hour, matilah saya nggak ada waktu mengganti tidur malam yang berkurang itu. Belum lagi makan yang nggak teratur. Seringnya saya cuma makan dua kali sehari. Kadang-kadang skip makan siang, lain kali skip makan malam.

Dengan pola hidup kayak gitu, saya nggak ngerti kenapa berat badan saya bisa naik sampai 5 kg? OH MY GOD!!! Muka saya udah lebar banget jadinya!

OK, mari kita ingat-ingat. Makan emang berkurang, tapi di sela-sela jam makan saya sering ngemil. Entah itu coklat (yang kalau masa-masa kayak gini coklat di kulkas kok nggak habis-habis, ya?), keripik, indomie (eh, indomie emang cemilan, ya?), bear brand, dan segudang cemilan lainnya. Oh ya, dan kalau weekend, porsi makan saya bertambah segudang. PARAH! Udah gitu nggak ada tuh yang namanya jadwal olahraga di aktivitas keseharian saya.

Sekarang jadilah saya menggemuk! Dan entah kenapa teman-teman malah berseru senang saya menggemuk karena katanya dulu saya kurus kering. TIDAAAAAK! Saya harus kembali ke berat badan semula soalnya sekarang kalau difoto yang ada muka semua kelihatannya di frame. UUUH, sebel!

OK, mari kita lihat apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan:

1. Karena saya sangaaaat malas berolahraga, jadi saya akan memilih olahraga yang saya senangi dan paling mungkin dilakukan walaupun nggak ada yang temenin: Berenang. Tapi tetap lebih enak kalau ada yang menemani, ya. Ok, sebelum berenang harus makan dulu, biar nggak habis berenang malah nafsu makannya tambah besar. Sebaiknya dilakukan pagi hari biar ga mengganggu aktivitas lainnya. Tempatnya yang dekat rumah aja daripada kejauhan dan akhirnya malah bikin males.

2. Nggak ada tuh yang namanya cemilan-cemilan lagi. Kalau mau ngemil cukup sekali dan porsinya juga sedikiiiit. Nggak perlu lihat-lihat kulkas untuk nyari-nyari cemilan.

3. Porsi makan dikurangin, terutama nasi. Makan tepat waktu mengingat saya punya maag dan kalau makan malam nggak lebih dari jam 7 malam. Kalau kelewatan ya makan buah aja,

4. Ganti susu dengan susu rendah lemak. Masa segede ini minum susu Dancow terus, sih.

5. Habis makan siang walaupun ngantuknya minta ampun, tapi tetap nggak boleh tidur. Kerjain pekerjaan lain, kayak nonton TV atau ngobrol.

6. Ajak teman-teman untuk ikut olahraga. Jadi biar nggak bosen dan akhirnya motivasi olahraganya malah hilang, deh.

7. Kalau weekend dan ada acara makan-makan, nggak usah kalap kayak tujuh tahun nggak dikasih makan. Porsi secukupnya aja. Jangan sampai berlebihan kenyangnya. Jangan habis makan es krim segelas besar di Wendy’s dan fanta besar ditambah french fries, padahal 3 jam sebelumnya udah makan nasi dengan daging sapi. Trus 3 jam setelah makan di Wendy’s dilanjutkan dengan makan Burger Blenger ditambah french fries (again!) dengan porsi yang mematikan. Seperti ini:

..click..214

8. Minta dibeliin sepeda kayanya cukup berguna juga, tuh. Kan lumayan keliling komplek sekaligus olahraga dan cuci mata. Tapi gimana kalau malah berakhir makan mie yamin atau sate padang di depan komplek, ya? AAARGH!

Intinya, kembali hidup sehat, Naomi! Disiplin dan nggak tergoda. Regulasi diri yang baik harus diterapkan. Mulai minggu ini harus menjalankan program diet dan membuat muka nggak selebar martabak telur lagi

Go Naomi Go!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s