Makasih Yaaaa..

Hari ini ngobrol dan curhat-curhatan bareng teman-teman baru saya. Dan ternyata saya dapat banyak hal. Seperti misalnya ini. Dari kecil saya terbiasa hidup enak. Bangun pagi pasti udah ada nasi goreng dan segelas susu di meja makan. Pergi ke kampus dianterin naik mobil. Mau minta ini-itu nggak perlu susah. Everything’s kinda easy for me.

Terus waktu cerita-cerita tadi saya sadar. Saya terlalu banyak mengeluh. Dikit-dikit ngomel. Nuntutnya banyaaaaak banget. Kenapa, ya, saya sering melihat ke atas tapi jarang melihat ke bawah? Tapi untung Tuhan kasih teman-teman untuk sharing, untuk ngingetin saya lebih banyak bersyukur. Kadang-kadang kita emang perlu teman yang sepadan, yang ada di posisi egois kayak kita karena mereka bisa paham perasaan kita. Kita saling sharing dan menyadari betapa patut bersyukurnya kita karena ternyata apa yang kita dapat udah jauh melebihi apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Jadi sekarang saya mau bersyukur untuk:

  • Nafas kehidupan yang gratis. Coba kalau bayar, saya pasti udah nggak sanggup membayar lagi karena butuh terlalu banyak.
  • Keluarga yang sempurna. I can’t ask for more.
  • Kesempatan untuk kuliah sampai S2. Yah, dengan segala tugas-tugas berat dan jauhnya kampus, tapi nggak semua orang bisa mencicipi S2.
  • Tubuh yang sempurna. Nggak peduli bahwa rambut ini susah diatur, jerawat bandel sering numbuh, dan mata minus, tapi Tuhan kasih semua organ tubuh saya dapat berfungsi dengan baik.
  • Rumah yang sangat amat nyaman untuk ditinggali. Seriously, saya bisa betah seharian saja di rumah. Dan tempat paling nyaman untuk ditiduri adalah rumah, di hotel bagus pun nggak  bisa bikin saya tidur nyenyak.
  • Teman-teman yang dengan keberagamannya bikin saya belajar banyak. Teman gila-gilaan, teman norak-norakan, teman belajar, teman sharing, teman buat bertumbuh. Yeah, without them, I can’t stand strong alone.
  • Negara yang walaupun masih morat-marit, tapi yah saya cinta banget sama Indonesia. Terutama makanannya. Setelah mencoba donat, hamburger, spagetti, pizza, sushi, dimsun… semuanya masih kalah sama soto, sate padang, mie ayam, semur, gepuk, nasi uduk, dan segudang makanan Indonesia yang selalu bikin saya pengen nambah. I loveeeee Indonesian food.
  • Pekerjaan yang saya cintai banget. Dikasih kesempatan untuk nulis dan dibayar, it’s called perfection.
  • Dan terutama dikasih kesempatan untuk mengenal Papa J. Ketika saya jatuh, tersungkur, menjauh, Dia tetap sabar dan selalu memegang erat saya.

Jadi untuk semua yang udah Tuhan kasih buat saya memang sepantasnya saya bersyukur. Tuhan, makasih ya udah mengingatkan saya hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s