Boy and Girl

Bisa nggak, sih, cewek dan cowok sahabatan?

Saya selalu merasa cewek dan cowok bisa sahabatan, tanpa salah satu merasa suka. Saya punya seorang sahabat cowok. Kami udah sahabatan sejak 7 tahun yang lalu. Saya dan dia kerjaannya selalu cela-mencela, becandaan, dan ketawa-ketiwi. Dulu banget di awal persahabatan kami, kami ketemu dan ngobrol tiap hari. Dia kerjaannya selalu ngusilin saya: ngambil KTP saya, ngumpetin, dan majang di tempat umum sampai semua orang bisa lihat betapa cupunya foto saya di KTP waktu itu. Huaa.. nyebelin banget, deh. Tapi saya nggak pernah marah juga, sih, karena itu kan buat lucu-lucuan.

Waktu kami udah beda kuliah, kami mulai jarang ketemu. SMS juga nggak sesering dulu karena kami mulai sibuk dengan dunia baru masing-masing. Tapi kadang-kadang kami masih suka ketemuan dan jalan bareng teman-teman yang lain dan dia tetap hobinya mencela dan ngusilin saya. Tapi setiap saya punya masalah super duper berat yang nggak bisa saya bagi ke orang lain, pasti selalu saya bagi ke dia. Dia bisa jadi keranjang sampah masalah-masalah saya dan dia mau dengerin saya waktu saya marah-marah ataupun nangis-nangis nggak jelas.

Karena saya udah nganggap dia sahabat banget, saya nggak masalah kalau harus nonton berduaan aja dengan dia. Nggak ada deh nonton yang romantis gitu, yang ada nggak bisa fokus ke filmnya karena dia ngobrol teruuus. FIUH! Selain nonton. Dia juga sering ke rumah saya kalau dia lagi nganterin mamanya yang kebetulan arisan di dekat rumah saya (yang ternyata tempat mamanya arisan adalah rumahnya teman sayaβ€”what a small world). Dia bisa cerita tentang pacarnya dan gebetan-gebetannya yang segudang. Waktu dia bermasalah sama pacarnya, dia menelepon saya berjam-jam untuk curhat dan begitu juga sebaliknya. Jadi walaupun kami jarang berkomunikasi lewat ketemu, sms, atau telepon, tapi kami bisa paling update mengenai kabar terbaru masing-masing.

Sampai 7 tahun persahabatan kami, saya berhasil mematahkan anggapan orang yang bilang cewek dan cowok nggak mungkin bisa bersahabat. Buktinya saya bisa, tuh. Sampai akhirnya suatu ketika, sahabat bilang dia udah menyimpan perasaan suka ke saya selama 7 tahun. Walaupun dia berganti-ganti pacar dan begitu pun saya, dia masih menyimpan perasaan itu.

Saya cuma bisa terdiam. Dia nggak nembak saya, dia cuma kasih tahu saya tanpa bermaksud apa-apa. Dia juga lagi dekat dengan seorang cewek dan saya juga begitu. Setelahnya kami masih berSMSan dan berteleponan seperti biasa, masih cela-celaan, masih sering ngusilin saya juga. Tapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s