Nenek Sayang

urbanjunkie.co.id

urbanjunkie.co.id

Saya ketemu Nenek hari ini. Nggak direncanain sebelumnya. Tapi kata Melvi, Nenek udah bisa jalan. WOW! Saya harus lihat dia jalan. Dari kampus, saya langsung ke panti. Aaah, kangen dengan panti ini. Dengan nenek-nenek yang selalu bikin saya senyum bahagia setiap pulang dari sana.

Di depan kamar, saya ketemu dengan Nenek-Nenek yang sedang duduk di bangku kayu panjang. Saya menyalami mereka. Rupanya mereka masih ingat dengan saya, padahal sudah hampir 3 minggu nggak ketemu. Setelah menyalami mereka, saya langsung masuk ke kamar. Nenek lagi tidur-tiduran. Begitu melihat saya, dia langsung duduk dan menyambut saya. Senyumnya merekah dan matanya berbinar-binar. Dia langsung menceritakan bahwa ia sekarang udah bisa berjalan. Obat-obatnya sudah diganti semua oleh dokter yang baru. Ia menunjukkan obat-obat barunya. Dia bercerita tentang banyak hal. Saya hanya mendengarkan. Tapi saya tahu, dia udah bikin saya bahagia hari ini dengan bisa berjalan dan benar-benar berusaha untuk itu. Dia menunjukkan dengan berjalan langsung di depan saya, lho. Aaah, Nenek, saya bahagia melihatnya.

Lalu setelah itu, saya ke tempat tidurnya Opung di ujung kamar. Ia ingin ketemu saya katanya. Dia bertanya saya boru apa. Lalu dia menceritakan tentang kampung halamannya, lalu bercerita tentang Danau Toba, tentang ikan teri Medan. Dia bilang kopi Medan adalah yang paling enak. Nggak bisa tergantikan. Dia bilang uangnya cuma Rp 15.000,-. Dia minta tolong saya untuk membelikan kopi itu dengan uangnya. Waduh, saya merasa nggak enak sekali. Saya tolak uangnya dan bilang, kalau ada yang ke Medan nanti saya bawain kopinya, nggak perlu dikasih uangnya ya, Opung. Opung mirip Opung saya yang udah meninggal. Bicara dengan dia bikin saya kangen bangeeet sama Opung saya di Tarutung. Opung yang selalu mengunyah sirih sampai bibirnya merah, Opung yang jago banget bikin sarang ketupat, Opung yang baik dan sayang sekali sama saya, Opung yang katanya mau lihat saya menikah, tapi udah keburu dipanggil Tuhan duluan. Opung, saya kangeeeen sekali. Tapi Opung pasti bahagia, kan, di sana sama Tuhan.πŸ™‚

Setelah puas ngobrol sama Opung, saya ngobrol-ngobrol dengan Nenek Gendut. Dia bilang saya tambah cantik dan wangi. Dia mengucapkannya berkali-kali. Aaaah, Nenek, saya jadi malu. Tapi Nenek bikin saya senang hari ini. Makasih, ya, Nek. Doain saya cepat lulus kuliah, ya.

Lalu saya beranjak pada Oma dari Manado. Saya cerita dulu sering bolak-balik ke Manado karena Bapak ditugaskan di sana. Kami lalu tertawa-tawa menceritakan Manado dan Boulevard yang sekarang udah bagus. Dia pengen saya ngomong bahasa Manado, tapi saya nggak bisa. Dia bilang, “Kita seiman, ya. Puji Tuhan”. Aaaah, entah kenapa saya senang dengan ucapannya. Tuhan baik, ya, Oma. Saya lihat dia terseyum dan matanya berbinar-binar. Dia pasti kangen kampungnya.

Pulangnya, saya dianter oleh seorang Nenek yang berpostur kecil, namun selalu membuat saya tertawa karena tingkahnya yang polos dan lucu seperti anak kecil. Aaah, nggak bisa membayangkan siapa yang membuatnya harus berada di panti. Dia sangat menyenangkan. Kalau saya punya Nenek seperti dia, pasti saya akan menyuruhnya tinggal di rumah dan menghabiskan banyak waktu untuk bercerita dan tertawa dengannya. Nenek, menggemaskan sekali.

Opung saya memang sudah meninggal semua. Udah lupa rasanya punya Opung lagi. Tapi karena ada mereka, saya jadi punya banyak Opung. Saya jadi merasa kehadiran saya sangat berarti bagi mereka. Nggak sia-sia saya datang setiap hari waktu itu. Padahal dulu saya mengira, tempat panti inilah yang paling nggak cocok sama saya karena saya jarang ngobrol sama Nenek-Nenek. Tapi sekarang saya merasa, tempat ini yang selalu bikin saya kangen, kangen, dan kangen. Tempat ini juga yang bikin saya merasa sangat bahagia cuma dengan kesederhanaan mereka.

Tuhan, makasih, ya, sudah menempatkan mereka jadi bagian dari hidup saya. Saya bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s