Terbangun Dengan Kaget

Phone Ringing

Hari ini saya terbangun dengan kaget.

Pago-pagi jam 8 udah ada yang menelepon.. Angkat telepon. Mendengar instruksi. Mengiyakan walau pikiran belum sepenuhnya terbangun. Lalu ketika telepon ditutup, lihat jam lagi. Hmm, masih jam 8 pagi. Bisalah tidur setengah jam lagi. Lagian berangkat jam 11 ini.

SIP! Tidur dimulai.

Waaah.. mimpi yang lucu.. Di mimpi, dua orang mendatangi saya. Masih dengan pakaian tidur, mereka menyuruh saya mencari dana. Mereka pakaiannya rapi. Saya kumal dengan muka berminyak karena baru bangun tidur. Saya bilang, mau mandi dulu biar rapi. Mereka bilang nggak usah. Nanti aja, deh. Ini lebih penting. Yaaah, baiklah.

Ternyata teman yang satu memutuskan untuk tinggal di rumah saya. Laaah, dia ngapain bangunin saya kalau gitu. Saya pergi dengan yang satu lagi.

Dia rapi. Baru keramas. Rambutnya agak basah. Pake polo shirt warna hitam. Harum. Dia ada di belakang kemudi.
Saya berantakan. Muka berminyak. Memakai baju tidur gembel: baju biru bali dan celana pendek dengan warna yang sama. Disertai sendal jepit.

Pasangan yang kontras. Mungkin dipikirnya kalau saya gembel begitu, nyari dananya lebih lancar, soalnya orang-orang pada kasihan lihat saya yang penampilannya mengenaskan sekali. Hehe.

Tiba-tiba DRRRRTTTTT! DRRRRT!

Saya merasakan sebuah getaran. Mata saya terbuka. Hoaemmm.. tadi mimpi, toh. Uuuh, ada yang telepon pagi-pagi begini. Duuuh, dari tadi ada yang nelepon mulu.

Angkat, nggak, angkat, nggak. Udahlah ntar aja angkatnya. Siapa tahu setelah beberapa nada sambung, orang yang nelepon akan menyerah. Tapi ternyata nggak nyerah juga. HP saya tetap bergetar.

Dengan malas-malasan saya lihat siapa yang nelepon. Lho, tumben banget dia nelepon pagi-pagi buta?

“Hallo…”, masih dengan suara bantal yang serak-serak seksi (don’t complain. Hahahaha!).

Ngobrol nanya kenapa ini-itu. Ntar ke Pasar Rebo nggak. Cuma menjawab iya iya dan iya (ayooo, cepat tutup teleponnya, saya mau tidur lagi, niiiih…).

“Emang ini jam berapa, ya?” tanya saya males-malesan, “Hoaeeemmm!”.

“Jam setengah 10”, kata suara di sana.

HAAAAH! Setengah 10? Waaaaah, saya bisa telat! Padahal tadi cuma tidur bentar doang, kok! Kok, bisa tidur satu setengah jam lagi?

“Beneran? Masa, sih?” kata saya nggak percaya.

“Iya..”

Panik mode: on!

“Ya udah deh, aku bangun! Dadaaaaghh!” telepon ditutup.

Panik langsung melanda. Cari kacamata. Lihat kiri-kanan. Nyari laptop yang kemarin dipakai (dan disalahkan karena membuat saya tidur malam). Jalan masih sempoyongan… GUBRAK! Terpeleset pula. AAAAH…!

Rumah udah sepi. Semua udah pergi. Karena kaget, jantung saya masih deg-degan. Langsung minta makanan. Niatnya mau buru-buru.

Tapi lihat sendiri, saya masih di sini. Menulis notes. Belum mandi. Mendownload lagu. Padahaaaal.. udah telat! Setengah nyawa masih ada di tempat tidur soalnya. Hehehe.

Well anyway, makasih yang udah nelepon pagi ini.. Walau saya akhirnya tetap telat. Hehe.

Have a nice day, everyone. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s