Put Your Mask, Please

Being a psychologist is not easy. There are some things I have to struggle to be a good one. Nggak gampang ternyata. Misalnya, pagi ini ketika hati saya sedang hancur lebur dan mood saya nggak karuan, tapi saya tetap harus tersenyum dengan klien. Saya harus berusaha lebih semangat daripada dia. Saya harus tetap bisa menghibur dia ketika saya sendiri butuh dihibur.

Gosh, how hard it is.

Ketika di institusi dan bertemu banyak klien. Saya belajar untuk men-setting wajah ceria. Senyuman tetap terpasang. Ramah tamah wajib hukumnya. Kuping harus selalu stand by untuk mendengarkan curhatan mereka. Mengelus punggung tangan mereka ketika mereka bersedih atau menangis, dan lalu tersadar betapa masalah saya nggak ada apa-apanya dibanding dengan masalah mereka.

Seandainya saya yang ada di posisi mereka. Seandainya ada yang mau mendengarkan setiap keluh kesah saya dan merasakan betapa perih rasanya. Mengelus punggung saya dan tidak membiarkan saya sendiri.

Yeah, tapi ternyata saya yang ada di posisi penghibur, bukan yang dihibur. Susah jadi psikolog. Tapi saya mau jadi psikolog yang baik. Even though,Β  I have to fall apart to face this alone, but I’ll put my smile as if nothing bad happens.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s