Emosi Jiwa!

Akhir-akhir ini kelas saya sedang meradang karena perlakuan dosen-dosen yang kurang koordinasi. Terutama dosen nyinyir yang celetukannya bikin saya dan teman-teman sekelas nambah dosa tiap hari karena kesal sama dia.

Dulu waktu kuliah S1, ada seorang dosen yang disiplin banget. Saking disiplinnya, orang-orang mungkin melihat dia galak. Dia bisa bikin kuliah jam 7 pagi dan mengharuskan semua mahasiswanya datang tepat waktu. Waduh, gimana saya nggak keburu-buru mulu tiap kuliahnya dia. Kalau telat lebih dari 15 menit benar-benar nggak diabsen. Udah gitu ketika menjadi tester, harus memakai pakaian yang benar-benar profesional. Baju formal, rambut nggak boleh diwarnai dengan warna terang, nggak pakai kutek, jangan pakai baju bermotif bunga-bunga atau motif heboh lainnya karena bisa mempengaruhi testee dalam menjawab pertanyaan, ada buku-buku yang nggak boleh dipalsukan sama sekali jadi terpaksa harus beli aslinya karena menurut dia buku itu crucial dan sangat rahasia banget jadi nggak boleh keluar ke orang awam, dan segudang aturan ketat lainnya. Dulu saya merasa ribeeeet banget sama semua aturan ini. Tapi saya nggak pernah sebel sama dosen ini karena semua alasan yang dia kemukakan untuk alasan-alasannya selalu tepat dan penting. Semua peraturan yang dia tetapkan untuk mahasiswanya, pasti dia kenakan untuk dirinya sendiri juga. Jadi saya merasa sangat fair.

Nah, sekarang saya menemukan dosen nyinyir. Sama galaknya dengan dosen di S1, tapi kali ini dengan cara yang tidak tepat. Celetukan-celetukannya bikin kuping saya gerah. Saya nggak ngerti kenapa seorang psikolog, yang harusnya tahu cara bersikap dan memperlakukan sesama, malah bersikap seperti itu. Aaaargggh! Emang kami masih anak TK yang harus dimarahin tanpa alasan yang jelas? Duuuuuh, akhirnya setiap dia ngomong bawaannya kesal aja. Jadi ngerasa bukan cuma mahasiswa yang harus di-test sebelum masuk, tapi juga dosen harus di-test dan di-training sebelum jadi dosen. Serius deh.. EMOSI JIWA!

Saya pengen tahu genogram keluarganya sampai dia bisa bersikap seperti itu. Pengen tahu lingkungan seperti apa yang membesarkannya. Pengen tahu kenapa mulutnya nyinyir banget. Mungkin perlu belajar etika dan sopan santun. GRRRR!

Fiuuh, keluar dari kampus ini saya pasti punya tingkat kesabaran yang mengagumkan, deh.

2 thoughts on “Emosi Jiwa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s