Tebak-Tebak Tetap Nggak Ketebak

Lagi menerka-nerka apa maunya Tuhan, ya? Duh, bingung. Susah sekali menebak.

Saya tahu, sih, kadar keimanan saya dipertanyakan akhir-akhir ini berbulan-bulan ini. Saya tahu teorinya. Tapi bisa dihitung, deh, seberapa sering sih saya berkomunikasi sama Dia. Komunikasi di sini maksudnya yang benar-benar intim, ya. Kalau cuma doa makan 3 kali sehari, doa pagi, dan doa malam sebelum tidur nggak termasuk intim karena paling doanya cuma bentar aja. Sekilas pula.

Saya ini lagi suam-suam kuku. Panas nggak. Dingin juga nggak. Sedang-sedang saja alias nggak jelas.Lagi nggak dapet feel-nya. Padahal pengen banget ngerasa feel itu lagi. Ngerasa berapi-api ketika datang ke rumahNya. Ngerasa excited menyambut hari Minggu. Tapi udah lama nggak seperti itu.

Saya lagi jalan di jalanan yang menjauh dari apa yang Dia tetapkan. Aneh. Semuanya menyenangkan tapi kosong. Tapi entah kenapa, setiap saya lagi bandel, Dia selalu punya segudang cara yang bikin saya mau nggak mau noleh ke Dia lagi. Padahal habis itu, sih, saya membandel lagi. Menjauh lagi.

Hari ini Dia ngomong lagi sama saya. Narik saya lagi. Katanya, coba lihat jalan yang udah Dia kasih buat saya. Aaaah padahal saya udah nolak berkali-kali. Saya bilang kasih yang lain aja, Tuhan. Saya mana bisa. Dia tetap keukeuh nunjuk saya. Mau kabur tapi nggak bisa. Dia selalu bisa bikin saya harus menganggukkan kepala, menyetujui kata-kata. Uuh, tapi saya masih ragu. Bisa nggak, sih, saya? Tapi Dia bilang jalan terus. Saya bisa bilang apa lagi.

Kalau Tuhan bisa baca atau denger ini (pastinya bisa lah, ya), saya cuma pengen tanya: Tuhan, mau saya gimana? Saya tahu saya masih sibuk lari sana-sini. Tapi Tuhan terus narik saya. Bilang saya diam dengerin Dia. Kenapa saya, Tuhan? Padahal banyak orang lain. Yang jago, yang lebih mampu, yang nggak bandel kayak saya. Tapi kenapa saya?

Tapi Dia belum jawab saya. Dia masih diam. Masih membiarkan saya menebak-nebak. Atau Dia sebenarnya udah jawab, tapi saya yang nutup kuping nggak mau dengar. Duh!

*cuma bisa garuk-garuk kepala kebingungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s