Harinya si Ibu Kartini

Selamat hari Kartini, guys!

Sampai sekarang tahun 2009, kenapa ya masih aja ada diskriminasi buat perempuan. Kasihan si Ibu Kartini, udah capek-capek berjuang, ternyata masih banyak yang jahat sama perempuan. Bahkan kadang-kadang si perempuan itu sendiri. Nih, ada beberapa hal yang saya perhatiin.

1. Kalau ada cewek yang pakai tank top berdada rendah, rok mini, baju berbahan tipis, dsb, kenapa mereka yang disalahin kalau itu mengundang nafsu seorang laki-laki? Loh, mata cowoknya aja yang harus dijaga toh? Nafsunya mereka aja yang harus ditahan. Jangan salahin baju ceweknya, salahkan mata yang memandang.

2. Kenapa ada yang melecehkan kalau seorang perempuan cita-citanya jadi ibu rumah tangga. Karena menurut saya, jadi ibu rumah tangga tuh hal yang susah banget. Nggak banyak yang bisa jadi ibu rumah tangga yang berhasil. Harus ngurus anak (membentuk manusia menjadi baik, sounds hard), ngurusin suami, ngurusin rumah, ngurusin diri sendiri. Kalau jadi dokter, pengacara, guru, dll, kan ada kuliahnya, ada yang ngajarin. Tapi kalau jadi ibu rumah tangga, mana ada sekolahnya. Lebih susah bukan? Salut sama perempuan yang bangga jadi ibu rumah tangga dan total mengurus keluarganya (termasuk Mamaku, dong. Hihihi).

3. Kenapa masih banyak yang kontra kalau perempuan jadi presiden (bukan berarti saya pendukung megawati ya, secara dia satu-satunya perempuan yang mau jadi presiden)? Padahal pas sekolah (SD atau SMP) sering banget cewek jadi ketua kelas atau jadi juara kelas. Menandakan perempuan tuh punya kemampuan yang baik dalam hal intelegensi. Oke, perempuan memang sering terbawa emosi, tapi bukan berarti nggak bisa jadi pemimpin yang baik bukan?

4. Kenapa poligami itu cuma dibenarkan untuk menikahi beberapa cewek sekaligus. Kenapa cewek juga nggak boleh menikahi beberapa cowok sekaligus? Katanya biar adil. Kalau adil, cewek juga dikasih kesempatan yang sama dong. Buat para cowok, apapun alasannya (terlepas dari titah agama), buat saya itu semua karena nafsu. Kalau nafsunya bisa ditahan, pasti poligami nggak terjadi. Huh, kerjanya icip sana sini, deh. Hati-hati kena penyakit menular seksual aja.

5. Kalau di iklan otomotif, seperti mobil atau motor, kenapa ya modelnya harus cewek berpakaian seksi? Emang ada hubungannya, ya, dengan performa kerja kendaraan tersebut? Ini mau jual kendaraan atau mau jual cewek cantik, sih?

Tapi dibalik kekurangan-kekurangan yang masih terjadi sampai sekarang. Ada, kok, yang bisa dibanggain sebagai hasil perjuangan Kartini:

1. Bangga karena cewek itu bisa pakai rok maupun celana. Cowok pakai rok? Bisa diketawain mampus kali. Hihi.

2. They always say: ladies first!

3. Rambut bisa panjang dan pendek, ga masalah. Coba kalau di kantor, cowok rambutnya gondrong, paling disuruh potong. Kasihan, kan.

4. Kalau PMS, bisa marah-marah nggak jelas dan orang pun maklum (hahahaha! Pasti Kartini nggak berjuang buat yang satu ini).

5. Ada parkir khusus buat perempuan, ada juga ladies night.

Yeah, cewek tuh ya, suka minta disamakan, tapi sering juga minta diutamakan. Hahaha. Tapi, ya, intinya cewek dan cowok itu memang diciptakan Tuhan berbeda. Ada porsinya masing-masing. Nggak perlu ribet mau ngambil posisi orang lain. Udah ada bagiannya, udah ada kerjaannya. Saling menghormati aja.

Selamat Hari Kartini, ya. Pasti Ibu Kartini senyum, deh, di atas sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s