Maaf

Aku mengantuk pagi ini. Mataku tiba-tiba saja ingin terpejam. Ruangan ini terasa terlalu sempit. Ramai orang di dalamnya, tapi terlalu sepi, sunyi, dan kelam. Aku ingin keluar, tapi kamu terus menahanku di sini.

katamu aku harus di sini. Katamu aku harus mendengarkanmu. Aku ingin. Ingin sekali mengerti tiap kata-katamu. Ingin sekali memahami kamu. Tapi aku ingin menyerah saat ini. Jangan hari ini, ya.

Aku nggak kangen kamu. Sudah lama tidak bertemu denganmu. Tapi aku nggak pengen ketemu kamu. Aku nggak tahu kenapa. Nggak ada gelitikan kupu-kupu di perutku. Nggak ada mimpi-mimpi indah tentang kamu. Nggak ada rasa deg-dengan saat menantimu. Nggak ada pipi yang bersemu merah saat kamu berdiri di depanku.

Tapi kamu menarikku terus untuk bersamamu. Kamu bilang semua yang kamu lakukan untukku. Kamu bilang suatu hari nant aku akan berterima kasih padamu. Kalau kamu ingin yang terbaik untukku, kenapa kamu harus berteriak padaku? Kenapa harus keluar kata-kata menyakitkan itu dari hatimu? Dan kenapa menekanku terus-menerus?

Aku lelah. Tapi aku tahu aku terlalu bodoh karena membiarkanmu menguasaiku. Mungkin kita tidak cocok. Mungkin aku memang tidak bisa mengerti cara-caramu. Mungkn aku terlalu lemah untuk kamu. Mungkin kita harus berpisah. Bagaimana menurutmu?

Lepaskan aku, ya. Untuk kebahagianmu. Untuk kebahagianku. Untuk kebahagiaan kita berdua.

*inspired by a lady out there

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s