.exhausted.

3.bp.blogspot.com

3.bp.blogspot.com

Pagi ini bangun dengan badan yang mulai nggak enak dan lemas. Mau berangkat ke kampus juga nggak ada semangat sama sekali. Bahkan, yang biasanya selalu berusaha dandan kalau ke kampus, tapi hari ini benar-benar nggak niat sama sekali. Nggak dandan, nggak nyisir yang rapi. Bawaannya lemas.

Di bis, selama perjalanan ke Depok, saya tertidur. Mata rasanya berat banget. Berharap telat, tapi ternyata datangnya pas-pasan. Badan mulai meriang. Untungnya bawa jaket. Selama di kelas, tangan mulai dingin. Tanda-tanda sakit, nih. Perut juga mulai nggak enak. Ternyata saya lagi haid. Pantes rasanya lemas, ya.

Seharian ini dijalani dengan sisa tenanga yang ada. Pulang kuliah nggak bisa langsung pulang, tapi harus nunggu fotokopian, bahan-bahan tugas buat dikerjain selama liburan. DAMN! Why don’t they let me have my holiday? @#$%^&*!!!!!!

Baru bisa pulang dari kampus jam 18.30. Badan udah semakin meriang. Nunggu Debora sama Neng Melvi dan Pingkan selama sejam di tengah kerasnya angin berhembus. Semakin lemas. Semakin emosi. Semakin nggak bertenaga. Jam setengah delapan, Debora datang juga. Penuuuuh banget. OH GOD! Kenapa harus penuh di saat badan nggak fit, sih? Terpaksa gencet-gencetan. Duduk di lantai Debora karena benar-benar nggak tahan harus berdiri. Lemas banget.

SIAL! SIAL! SIAL!

Pengen ngamuk. Pengen marah. Tapi tenaga udah habis. Nggak bisa marah. Nggak bisa ngapa-ngapain. Rasanya mau pingsan aja. Berharap tiba-tiba ada yang menjemput begitu turun Debora. Tapi orang rumah mana bisa diharapin. Pada males jemput, apalagi kalau udah tinggal dekat rumah. Paling disuruh naik ojek. Hiks!

Gosh! Di saat kayak gini adaaaa aja yang bikin kesal dan ngajak berantem. Sorry to say, saya nggak bisa ngeladenin. Saya capek. Kalau saya ladenin, saya bisa ngeluarin kata-kata nggak enak yang nyelekit. Maaf, tapi saya lagi nggak bisa menjaga perasaan orang saat ini, karena perasaan saya juga lagi nggak karuan bentuknya.

Mungkin karena kondisi fisik lagi nggak enak. Mungkin karena rasa lelah luar biasa yang mulai mencambuk.

Oh God, please give me just one day, only one day, to refresh all my mind, my energy, and my life. Then I’ll be ok and ready to struggle again. But I need that one day, God, to run away from this crowded city. Just one day.

I’m exhausted.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s