.Terlalu Banyak Ngeluh.

Kenapa ya di saat hawa lagi negatif begini, ada aja kejadian-kejadian yang menambah perasaan jadi negatif? Saya tahu, sih, akhir-akhir ini emosi saya gampang meledak. Sudah sebisa mungkin meredamnya, tapi benar-benar sulit. Dengan segudang tekanan dan tugas-tugas yang memenjarakan hidup, disentil sedikit pun udah berasa kayak ditabok buat saya. Jadi sekarang saya gampang marah, gampang bete, gampang jadi orang yang nyebelin. Sudah berusaha untuk menahan emosi, tapi adaaaa aja kejadian yang nyebelin. Sepele, sih, tapi berasanya ngeselin aja.

Misalnya ada satu komunitas di sini (yeah, may be you know this). Awalnya saya nggak pengen masuk komunitas ini, tapi karena dipaksa nyokap, akhirnya saya mencoba masuk. Ikut satu dua kali kegiatan komunitas ini dan yang ada mimpi buruk banget. Perlakuan nggak enak yang bikin saya bertekad nggak bakal mau ikut lagi. Tapi adaaaa aja yang bikin saya mau nggak mau harus ikut, harus datang karena saya nggak enak untuk menolak.

Lama-lama saya mulai bisa menerima. Lama-lama saya mulai bisa mengerti. Lama-lama saya berpikir, mungkin ini tempat saya. Mungkin saya dibiarkan bertumbuh di sini. Lalu saya mulai menikmatinya. Mulai nggak mengeluh kalau harus datang. Walaupun yang datang dikit, walaupun yang datang itu-itu aja. Saya nggak pernah kecewa. Nggak pernah berhenti ngabisin pulsa buat ingetin teman-teman buat datang. Nggak pernah mengeluh capek walau habis pulang kuliah malam-malam lalu jalan bareng mereka.

Tapi akhir-akhir ini saya jadi merasa lelah luar biasa dengan komunitas ini. Tugas resmi saya memang mengSMS mereka. Memberitahukan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Yeah, nggak ngarepin balesan apa-apa, sih. Secara yang datang pasti itu-itu aja. Tapi tugas ya tugas. Lalu minggu lalu bertepatan dengan kuliah Om Ro, dengan dosennya yang luar biasa menekan, dengan tugas-tugasnya yang bikin mabok, dengan energi yang terkuras habis, dengan PMS; saya harus menghadiri kegiatan komunitas ini. Berusaha sabar. Berusaha mengerti. Berusaha tenang walau ada yang ngomel-ngomel. Tapi saya mulai nggak bisa menahan, terutama kalau ada yang berharap saya bisa meng-handle semuanya. Menyalahkan saya kalau saya nggak bisa mengirim berita-berita itu. Saya selalu berusaha meng-update mereka dengan berita terbaru. Tapi ada kalanya pulsa saya habis, nggak bisa kasih kabar. Dan kali ini saya berharap mereka bisa bertanya pada orang lain juga. Don’t always count on me. Karena ada kalanya saya juga kewalahan dengan semua ini. Menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang terkadang saya nggak tahu jawabannya. Saya bahkan nggak tahu batasan tugas saya sebenarnya sampai sejauh mana.

Mungkin karena saya lagi stres dan capek luar biasa, jadi hal-hal seperti ini membuat saya kesal. Karena saya mulai merasa lelah hanya ada beberapa orang saja yang berpikir tentang komunitas ini, sementara yang lainnya nggak mau tahu, nggak peduli, dan nggak menganggap ini suatu hal yang penting. Membuat orang lain menunggu, membuat orang lain kesal, membuat hanya beberapa orang yang berpikir keras untuk komunitas ini. Yeah, saya mulai capek.

Saya ingin berpikiran baik. Saya ingin komunitas ini bertumbuh. Tapi saya mulai capek. Kenapa saya harus selalu merasa berkewajiban datang tiap ada pertemuan padahal banyak yang nggak merasa itu penting untung didatangi? Kenapa saya harus merasa berusaha meluangkan waktu di tengah kesibukan dan tugas-tugas yang segudang kalau ada orang yang nggak mau datang dengan alasan kesibukan ini-itu? Kenapa saya  (beberapa orang) harus sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan untuk komunitas ini kalau banyak yang nggak peduli dengan kegiatan yang sudah kita buat? Masih banyak kenapa dan kenapa. Tapi saya mulai kehabisan kata-kata. Kehabisan akal untuk mengungkapkannya.

Saya mau istirahat dulu. Mau bekerja sesuai porsi saya saja. Takut mengeluarkan hal-hal yang nggak enak kalau saya terlalu memaksa.

Dan satu hal yang saya pelajari: saya pasti akan kecewa kalau berhadapan dengan manusia, tapi nggak pernah kecewa kalau semua ini buat Tuhan. Dan yeah, selama ini yang saya lakukan memang buat manusia. No wonder saya kecewa ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s