.Happy Valentine’s Day to you.

Dear You,

Aaaah, aku kangen. Kangen bermanja-manja di sandaranmu. Kangen berbincang-bincang sampai nggak ada lagi yang perlu diperbincangkan (eh, tapi kita memang selalu nggak pernah kehabisan topik, ya). Kangen jalan-jalan sambil bergandengan tangan (walaupun aku suka bawel karena selalu mau jalan di depan kamu mulu). Ah, aku kangen semuanya.

Maaf ya, aku sering banget sibuk akhir-akhir ini. Sibuk main sama teman-teman lain. Sibuk sama kegiatan-kegiatanku yang seabrek. Sibuk berhura-hura. Sibuk pergi sana-sini. Eh, tapi aku masih sering datang ke rumah kamu, kok. Mm, iya, sih, tapi aku nggak lihat kamu di sana. Kamu ke mana, ya? Katanya kamu sering lihat aku. Kok nggak nyapa, sih? Hah, karena aku sibuk sama teman-temanku? Iya, sih.. Lagi senang-senangnya sama teman baruku, nih.

Aku baru sadar aku kangen kamu banget waktu teman-temanku menghilang entah ke mana. Waktu aku butuh mereka banget. Waktu aku lagi punya masalah berat. Waktu aku pengen dipeluk. Ingat nggak, waktu itu tengah malam aku nangis sendirian. Yang ada di kepalaku cuma kamu. Trus aku telepon kamu dengan suara serak. Kamu kaget dan sedih waktu itu. Tanpa diminta, kamu langsung datang ke rumahku. Memelukku erat. Pelukan hangat yang bikin aku sadar kamu selalu ada untuk jadi tempatku bersandar. Lalu kamu berdiam diri, mendengarkan keluahanku semalaman. Kamu nggak menunjukkan kalau kamu ngantuk. Kamu nggak bawel. Nggak menghakimiku. Kamu duduk tenang di sana. Menghapus tiap air mata yang jatuh. Kamu nggak mengungkit-ungkit tentang aku yang baru inget kamu kalau lagi ada masalah aja. Kamu nggak nyindir tentang teman-temanku yang nggak pernah ada saat aku butuh. Kamu tahu aku cuma butuh seseorang saat itu. Dan kamu ada. Sudah cukup.

Lalu kamu bilang semua pasti baik-baik aja. Kamu yang akan urus semuanya. Kamu bilang kamu nggak akan membiarkan aku sendirian. Dan rasanya seperti ada kupu-kupu yang terbang berputar-putar di perutku. Aku merasakan kenyamanan luar biasa. Nggak bakal ada yang bisa menggantikan kamu saat itu. Dan senyumanmu itu bikin pipiku bersemu merah. Ke mana aku selama ini sampai aku nggak memperhatikan kamu? Padahal cuma kamu satu-satunya yang paling peduli sama aku. Cuma kamu yang tahu isi hatiku. Cuma kamu yang rela berkorban sama aku. Cuma kamu nggak peduli tentang diri sendiri, asal aku bahagia. Ke mana aku selama ini yang nggak sadar bahwa kamu punya cinta sebesar itu?

Sekarang aku tahu. Aku cuma mau kamu, kamu, dan kamu. Nggak mau yang lain. Walau yang lain tampak lebih menyenangkan. Tapi aku tahu, cuma kamu yang rela melakukan apa pun demi aku. Selalu untuk selamanya.

Oh ya, Happy Valentine’s Day.

Aku sayang kamu, dear God.

jesus-n-med

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s