.so so TIRED!.

Ini hari kedua semester baru. Belum apa-apa, saya udah ga dapat semangat apaapa. Hari pertama ditakut-takutin dengan betapa bakal berat dan kejamnya semester ini. Seperti menghisap semua energi bahagia yang ada di dalam tubuh. Saat itu juga memutuskan untuk mencari kos sebelum tubuh saya harus ambruk karena kecapekan. Agak berat juga bakal meninggalkan rumah tempat berhura-hura. 

Hari kedua juga diawali dengan ketidaksemangatan sama sekali. Mata yang entah kenapa terasa berat banget. Sudah berusaha pagi-pagi berangkat untuk menunggu bis Debora tercinta (weeeek!), tapi ternyata ketinggalan. Mengesalkan! Saya sampai telepon kondekturnya (udah dapat no HPnya dong, sekarang. Hihihi) dan dia bilang Debora selanjutnya jam setengah 9. Ya elah, saya aja masuk jam 9. Akhirnya nyokap nyuruh naik taksi. Aduuh, gimana, ya. Secara pasti mahal banget. Tapi karena absen harus 100% jadi mau ga mau naik taksi. Di dalam taksi kejengkelan udah sampai ke ubun-ubun. Saking kesalnya, sampai rasanya pengen nangis. Tapi ditahan karena malu juga, kan, sama Pak Supir.  Untungnya nyampe kampus tepat waktu.

Kuliah hari ini lumayanlah. Ga ditakut-takutin lagi. Lebih ke memberi semangat 45 bahwa kami pasti bisa melewati semua kesusahan itu. Dan pada akhirnya saya menemukan spirit lagi. Mengingatkan betapa dulu saya yang memutuskan untuk masuk S2 dengan segal impian dan target yang ada di kepala saya. Hm, sudah di tengah jalan, nih. Saya pasti bisa. Makasiiiih buat teman-teman gila yang bikin saya ngakak setengah mati pas sesi kuliah tadi. Hopefully our dreams come true.

Sorenya, bersama si Melvi, saya menunggu Debora lagi. Ah, sial kali ini sama aja lamanya. Suah pegal kaki ini berdiri karena bangku-bangku di halte pada basah. Akhirnya beli pilus di warung supaya bisa numpang duduk. Yeah, membuat otak tambah bodoh karena pilus penuh MSG. Hehe. Untungnya ga lama kemudian, Debora datang juga. Begitu duduk, saya langsung bilang sama Melvi, “Mel, gue tidur dulu, ya”. Gila, ngantuknya ga tahan. Mana jalanan macet banget. Tepat banget waktunya buat bermimpi.

Sampai rumah jam 7 dengan badan menggigil kena angin malam (aiiiih, tua banget, sih. Hehehe). Capek banget rasanya. Kalau sudah begini pengen ada yang ditelepon untuk ketawa-ketawa. Butuh ketawa banget, nih , sekarang.

Anybody?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s