.Sushi oh Sushi.

Sushi itu makanan yang kata (banyak) orang enak banget. Makanya restoran yang menyediakan sushi biasanya rame. Contohnya aja Sushi Tei, Poke Sushi, dan semua yang berbau Sushi lainnya.
Saya sendiri enggak suka Sushi sama sekali. Awalnya bahkan sampai enggak mau nyoba karena setau saya Sushi itu kan mentah. Makan makanan mentah itu kayaknya enggak ada enaknya, deh. Sampai tahun lalu ketika saya les TOEFL, teman les saya membawakan sekotak makanan berisi sushi buatannya. Dia khusus membuat sushi untuk kami sekelas. Dia menyodorkan kotak makanannya ke saya dan meminta saya untuk mengambilnya. Agak panik juga, sih, disuruh ngambil makanan saya pikir mentah. Tapi teman yang sudah lebih dulu mengambilnya bilang bahwa sushi buatan teman itu enak banget. Ya sudah karena banyak yang memuji, tanpa ragu lagi saya makan sushi itu.

 

 

OH MY GOD! Saya enggak suka banget rasanya. Amis. Aneh. Enggak banget pokoknya. Saya lihat sekeliling dan kebingungan gimana orang-orang ini bisa menikmatinya. Mana teman itu nanya gimana rasa sushi buatannya. Terpaksa saya senyum dan bilang enak. Habis itu saya buru-buru minum dan berusaha menelannya dengan air tanpa berusaha untuk menikmatinya lagi.

 

 

Kapok, deh, sama sushi.

 

 

Tapi enggak cuma itu aja pengalaman sama makanan yang enggak enak sama sushi. Suatu hari saya diajak ke restoran Jepang karena ditraktir teman. Karena takut merasakan makanan yang aneh-aneh lagi, saya pilih makanan standar, yaitu chiken katsu (hahahaha). Nah, teman saya bilang makanannya dia enak. Dia maksa saya untuk nyoba. Saya tanya itu apa. Katanya belut. Eeeuuuuuh! Tapi dia bilang enak. Akhirnya saya coba juga.

 

 

Yuuuuuuck!!!!!!!!!!!!!!!!! Saya dibohongi! Rasanya enggak enak banget. Amis! Saya langsung mual. Buru-buru saya minum air putih sebanyak-banyaknya. Tapi tetap aja rasa amis itu engak mau hilang. Adoooooh.. enggak bakal lagi saya nyoba belut.

 

 

Oh ya, saya juga pernah dijejali dengan ubur-ubur. Rasanya kenyal-kenyal gitu. Tetap saya enggak suka, walaupun enggak sampai mau muntah juga, sih.

 

 

Nah, lain waktu lagi saya ngumpul bareng teman-teman di Sushi Tei Senayan City. Karena saya suara minoritas yang enggak suka sushi, tidak didengarlah suara saya. Mereka pesan berbagai macam sushi. Trus pas makan lahapnya minta ampun. Sudah enggak tahu berapa kali saya dengar mereka blang enak banget dan memaksa saya untuk makan. Mereka bilang yang ini sushi matang, kok. Ooooooh, saya cukup pintar untuk tahu bahwa saya enggak suka sushi dan enggak akan menyiksa diri lagi dengan makan makanan itu. Jadi saya cuma makan kulit salmon goreng. Sudah di Sushi Tei tapi enggak makn sushi. Hehehehe.

 

 

Nah yang terakhir saya lagi ngumpul bareng teman-teman di Hachi Hachi Taman Anggrek. Teman saya sudah mesan makanan yang entah apa namanya tapi bentuknya kayak sushi gitu. Teman yang selera makannya sama saya bilang enak, lho. Akhirnya saya coba. Euuuuuh! Enggak enak banget. Langsung saya minum milkshake dan berusaha menyembunyikan muka eneg saya.

 

 

Sudahlah cukup saja. Saya memang enggak bersahabat sama sushi. Jadi jangan biarkan saya makan sushi lagi. Saya pasti enggak suka.

 

 

Semoga habis ini enggak ada yang nawarin (a.k.a maksa) saya untuk makan sushi lagi. Huhuhuhu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s