Can FRIENDs be LOVERs?

Suatu hari teman gue nanya, ”Mi, mungkin nggak sih cewek sama cowok temenan tanpa salah satu ngerasa perasaan yang lebih?”

Hmmm, perlu beberapa saat berpikir untuk menjawab pertanyaan itu. Dan sampai beberapa saat pun, gue tetap bingung antara jawaban ”mungkin dan nggak mungkin”.

Namanya juga cewek dan cowok temenan dekat, mungkin banget kan kalau ada salah satu yang ngerasain perasaan yang lebih. Sebenarnya itu wajar.

Beberapa teman gue cerita bahwa sahabat mereka nyatain perasaannya ke mereka.
Reaksi pertama adalah kaget dan nggak nyangka. Selama ini mereka nyangka perhatian itu wajar.
Reaksi kedua, (kalau teman gue ini nggak punya perasaan yang sama ke sahabatnya), teman-teman gue akan jawab, ”Gue juga sayang sama lo, sebagai teman, saudara, dll”. Hm, really? Sebuah penolakan yang dilakukan secara tidak langsung. Mungkin si sahabat yang punya perasaan lebih itu akan bilang, ”Hei, bilang aja lo nggak suka gue. Alasan lo basi.”
Reaksi ketiga, ketika ditanya kenapa nolak sahabatnya. Dia akan jawab, ”Dia kan sahabat gue. Ya, nggak bisa aja.” Lho, kenapa nggak bisa? Dia kan manusia juga yang bisa aja punya perasaan lebih ke lo. Emang setabu itukah persahabatan sampai sahabat sendiri dilarang jatuh cinta sama sahabatnya?
Reaksi keempat, ketika pada akhirnya mereka bertemu akan ada perasaan canggung. Pengennya sih biasa-biasa aja tapi yang ada malah kelihatannya maksa biar keadaan balik kayak dulu lagi.
Reaksi kelima, yah kalau emang sama-sama suka berarti akhirnya happy ending dan naksir sahabat bukan suatu hal yang perlu diributkan.

Lucu, ya? Gue selalu senyum-senyum sendiri kalau temen-temen gue cerita kayak begini. Dan mereka nanya sama gue, ”Mi, gue harus ngapain, nih?”. Waduh, kalau ditanya kayak gitu gue suka bingung jawabnya. Tapi gue selalu pake jawaban standar yang terbukti berhasil karena pernah gue coba, ”Biasa aja kalo di depan dia, ntar dia juga biasa sendiri.” Hahaha, standar banget kan? Tapi emang pernah berhasil kok cara kayak ginian.

Nah, temen gue yang lain sekarang lagi mengalami dilema karena naksir sahabatnya sendiri. Alasannya adalah karena selama bertahun-tahun bersahabat, dia baru tahu kalau sahabatnya ini sangat dewasa dan beda banget sama cowok-cowok jaman sekarang yang pikirannya cuma bersenang-senang. Selain itu, cowok ini juga perhatian, baik hati, tidak sombong, sopan. Yah, pokoknya calon menantu idaman bagi para mertua deh. Wajar juga sih kalo sahabat gue ini jadi naksir. Bukankah cowok seperti itu emang banyak ditaksir cewek. Lho, gue kan cewek, kok ga naksir juga? Hm, itu juga pertanyaan yang gue tanyain ke diri gue berulang-ulang. Tapi akhirnya gue nemuin jawabannya, dia terlalu mirip gue (yang artinya gue itu perhatian, baik hati, tidak sombong, sopan. Hahaha). Lagipula gue baru sadar, gue ternyata butuh cowok yang suka nyela gue. Hahaha. Jadi, gue biarkan sahabat gue menikmati perasaan itu sendirian. Maaf ya kali ini nggak ikutan naksir. Hehehe.

Jadi, karena dia adalah sahabat dekat gue dan cowok itu juga sahabat gue, gue menikmati aja kisah ini. Mereka berdua jadi sering SMSan, kirim-kirim email. Hm, sedangkan gue… cukup mengalah dan membiarkan sahabat gue menikmati sahabat gue yang satunya lagi. Wah, cukup rumit juga ternyata.

Hm, oh ya, nyadar nggak kalau dari tadi gue selalu mengambil tempat sebagai ”penonton” dan nggak pernah memberi saran berarti padahal gue kan kuliah di psikologi. Waduh, maaf ya. Selama 3 tahun belajar di psikologi, soal cinta-cintaan jarang dibahas di kelas oleh para dosen. Kalo nanya soal hal-hal abnormal, eksperimen, alat tes, dll, gue bisa jawab deh. Kalau soal cinta, kayaknya gue masih mengandalkan pengalaman gue sendiri yang masih sangat minim. Sebenarnya gue juga lagi berusaha untuk mencerna apa yang terjadi pada kedua sahabat gue ini kok. Tapi ternyata gue lebih suka jadi penonton dan tempat sampahnya sahabat gue untuk curhat. Hehehe. Good luck for both of you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s