Being Sexy?

Walaupun masanya udah lewat, saya masih suka memperhatikan foto prewed orang-orang. Foto prewed biasanya cukup mewakilkan karakter si calon pengantin. Yah, walaupun kebanyak foto prewed juga template, sih. Tapi kan ketahuan dari pemilihan template-nya juga, kan.

Dulu waktu prewed saya maunya harus terkesan fun dan menyenangkan, kayak kita ini, deh *yakeeen?*. Saya suka warna-warna yang ceria dan sebisa mungkin nggak perlu ada foto formal. Yah, walaupun akhirnya ada juga karena permintaan mertua.

Kami waktu itu udah mewanti-wanti untuk nggak ada pose ciuman. Selain karena ini kawinan Batak yang mana akan ada 1500 orang Batak yang menghakimi dengan kata-kata siletnya, kami pun waktu itu nggak nyaman untuk pose seperti itu diliatin banyak orang. Oh, dan nggak penting juga sih untuk mempertontonkannya. Tapi bukan berarti saya anti sama foto-foto prewed orang yang seperti itu, ya. Asal kelihatannya elegan dan smooth sih masih okelah.

Nah, kemarin itu saya lihat foto prewed orang yang saya kenal di mana entah udah berapa banyak posenya adalah ciuman mesra. Pakaian si cewek saking ketat dan mininya, pas adegan gendong-gendongan pantatnya kelihatan aja, dong. Secara saya kenal orangnya dan tahu karakternya kayak gimana ya nggak heran juga sih pose-posenya begitu. Saya langsung cengo membayangkan kalau saya yang begitu udah pasti orang tua nyuruh saya nggak usah nikah aja, deh. Malu, cyin! Oh ya, masalahnya lagi keluarganya adalah orang yang rajin melayani di gereja. Aduh.. duh! Kena omongan deh di seantero gereja karena pose a la Jupe-nya.

I am nothing against sexy pose, but that was…. cheap. Seksi itu macam Nicole Kidman, murahan itu macam Miley Cyrus sekarang *sungkem ke Miley*. We know that you’re in love. We also know that you kiss each other. Ta…tapi menunjukkannya dengan gaya murahan….. err, that’s too much, baby.

Jadi poin dari tulisan ini apa? Nggak ada, sih. Cuma hasil pemikiran sehabis stalking. Hihihi! *menghilang di balik asap*

Prewedding Photos: One, Two, Three… Cheers!

Inilah saatnyaaaaaa!

Tentu saja bukan Naomi kalo nggak ada drama dulu. Pagi-pagi hujan deras. Bikin perasaan jadi deg-deg ser karena takut nggak bisa foto. Udah gitu, si pacar pake telat 1 jam dan diwarnai dengan nyasar pula. Dia dengernya mau ke Kemang, padahal saya bilang ke Kemanggisan. Yasalam!

Untungnya muka langsung sumringah pas udah sampe. Kan ceritanya harus cinta-cintaan lagi ya biar mood oke sepanjang hari.

Begitu datang langsung disambut sama Mbak Sofia. Ngobrol-ngobrol sebentar, langsung deh di-make up. Oh, aku sungguh suka sekali make up-nya. Kalo kata pacar, aku tampak manglingi dan cantik. Ih, bisa aja, deh. *tapi disuruh ulang perkataannya berkali-kali. Hihihihi*

Make up yang aku suka!

Setelah di-make up, tanpa dikasih lipstik, dan rambut masih dibiarkan pake gulungan, kita mau siap-siap berangkat. Pas mau berangkat, ternyata mulai gerimis. Waduh! Mbak Sofia nanya apakah mau reschedule? Lalu asistennya juga nanya mau direschedule atau ganti jadi prewed indoor. Setelah dilihat prewed indoor, ohhh kayaknya bukan kita banget. I wanted it to be fun! Daripada harus cari hari buat foto, si pacar kan kasihan harus cuti lagi, jadi saya tetep keukeuh bahwa kita jalan aja. Pasti nanti hujannya berhenti. Wong, itu masih jam 12 kok. Masih panjang harinya.

Perjalanannya emang penuh lika-liku banget, deh. Di tengah jalan tiba-tiba hujannya makin deras. Mbak Sofia telepon apakah tetap lanjut atau reschedule? Bok, tetep lanjut dong. Hujannya pasti berhenti, deh *memanggil kekuatan alam semesta*

Sepanjang jalan emang beneran hujan terus, makin deras, makin deras. Berhenti sebentar, eh deras lagi. Kayak lagi main sama cuaca banget. Tapi ajaibnya, begitu tiba di TMII, hujan langsung cuma jadi gerimis kecil.

Dari gerbang masuk TMII, saya dan pacar langsung mengagumi TMII. Ini TMII tambah bagus aja, yak! Kenapa dari kemarin nggak kepikiran kencan di sini aja, sih. Banyak banget spot bagus buat foto dan tempat-tempat ciamik yang bisa dikunjungi. Langsung deh saya sama pacar menargetkan, kencan selanjutnya TMII! Hihihi.

Begitu sampe, hujan sudah berhenti. Kita makan dulu di tempat makan, namanya Waroeng Madiun. Serius ya, itu ayam penyetnya enak banget. Pedesnya dapet. Mana dikasih kacang rebus buat cemilan gratis. Sedap! Makan hura-hura berenam cuma habis Rp 109.000 saja! Gila, si pacar sampe bengong liat tagihannya. Biasanya makan berdua aja lebih dari situ. Tentu saja si pacar langsung bilang, lain kali kita kencan makan di situ aja, deh. Udah enak, murah lagi. SIAP!

Begitu makan langsung ganti kostum dan make up langsung diretouch.

Lokasinya ada berbagai macam. Untuk tema yang fun, biasanya di taman, di terowongan, dan di rel kereta (belum kebayang, kan? Hihihi). Untuk konsep vintage, kita foto di depan bis-bis jadul supaya kesan jadulnya dapet dan sesuai dengan kostum.

Karena baru sekali merasakan foto prewed, ternyata capek, ya. Disuruh adegan lompat, gendong-gendongan, peluk-pelukan, peluk-pelukan sambil lompat, tidur, tengkurap, telentang, dan berbagai macam pose yang keliatannya gampang tapi begitu dilakukan… mak, bikin encok. Udah berasa kayak atlit senam aja. *salto* Belum lagi kalau di bagian taman itu nyamuk kebonnya gede bener. Kaki saya langsung bentol-bentol gede. Yaolooh, jadi model susah bener, ya.

Salah satu lokasinya adalah Museum Transportasi. Kalo di sini bayar resmi untuk foto adalah Rp 150.000,- dapat kwitansi pembayaran. Tiap anjungan beda peraturan. Kalo di anjungan lain biasanya yang menguasai adalah pungutan liar yang sesukanya ngecharge. Jadi mendingan pilih anjungan yang resmi aja, deh. Atau pilihan lainnya adalah kucing-kucingan.

Total waktu foto prewed adalah dari 6 jam! Capek tapi senang! :D

Untuk hasilnya, belum kita lihat semuanya karena masih harus dipilih-pilih dan diedit lagi. Nanti coba kita lihat hasilnya, ya. *crossing fingers*

Dapat salam dari pasangan yang udah seharian prewed:

Kelihatan capeknya, nggak?

*brb ke tukang pijit* *pegel* :D :D

Prewedding Photos: Packing!

Saatnya packing buat foto!

Ini dilakukan 1 hari sebelum hari H. Saya udah nulisin di HP pacar apa aja yang perlu dia siapin, plus catatan jangan lupa disetrika dan disemir sepatunya. Malu aja kalau di foto bajunya keliatan lecek.

Hal pertama yang dilakukan adalah cobain bajunya satu-satu dan cocokin dengan asesoris dan sepatunya. Lihat mana yang kurang, mana yang berlebihan. Setelah beres, langsung masukin semuanya ke kotak piknik dan disusun rapi.

Oh ya, ada satu konsep yang saya pengen yaitu, kita berdua baca buku yang menggambarkan kepribadian masing-masing: saya baca novel dan dia baca buku biografi Steve Jobs; saya baca buku psikologi dan dia baca buku ekonomi. Buku yang dipilih pun covernya harus colorful. :D

Jadi begini rincian kostumnya:

1. Piknik: saya pake summer dress berbahan jeans dan motif bunga-bunga, dia pake kemeja kotak-kotak warna merah dan biru dongker dan jeans sewarna dengan warna dasar summer dress saya. Saya pake sepatu flat warna baby pink dan dia pake sepatu converse warna merah.

Properti: lolipop, buah-buahan, kaleng minuman, keranjang piknik, buku-buku, alas piknik, permen.

2. Vintage: saya pake terusan vintage warna hitam, stocking tipis hitam, sepatu flat merah, dan asesoris topi dan veil vintage. Si pacar pake kemeja putih, suspender, celana bahan hitam, dan sepatu formal hitam.

Properti: kumis-kumisan dan bibir-bibiran.

3. Formil elegan: Saya pake long dress warna pelangi dan dia jas hitam.

Properti: nggak ada.

Beginilah rupa packing sebelum prewed:

Keranjang piknik yang di dalamnya udah diisi berbagai macam properti dan beberapa pasang sepatu

Beberapa macam kostum

Properti favoritku! Bikinan sendiri lho ini. :D

Hanger buatan sahabatku. Sangat berguna untuk menggantung kostum tetap rapi. :D

 

Sekian persiapan hari ini. Mari tidur agar wajah tampak kece besok.

Prewedding Photos: 3 Hari, 3 Mall, 3 Tujuan

Setelah ribet mikirin hari, tempat, dan konsep. Sekarang waktunya cari barang-barang untuk properti. Ini dilakukan hanya 4 hari sebelum hari H. *tetep mepet*

Barang pertama yang didapat adalah keranjang piknik, dibeli di Cikini dengan harga 60 ribu rupiah saja. Cerita beli keranjang ini udah pernah diceritain di blog.

Selanjutnya adalah beli kain alas piknik. Pengennya motif kotak-kotak warna merah putih. Tempat untuk mencari bahan seperti ini di mana lagi kalau bukan di Mayestik. Sayangnya, saya nggak punya waktu untuk ke Mayestik karena lagi banyak acara keluarga. Maka, pacarku dengan baik hatinya menawarkan diri untuk beli ke Mayestik sendirian. Woooo, pacarku baik sekali! :* Eh, dia hebat lho, nggak lama nyari langsung ketemu. Harga per meternya Rp. 12.000,-. Dia beli 2 meter.

Untuk properti piknik nggak terlalu susah sih nyarinya. Palingan kayak buku, majalah, buah-buahan, cemilan, minuman, lolipop. Semuanya gampang dicari.

Nah, yang agak ribet adalah nyari kostum. Untuk kostum piknik saya udah punya dari dulu dan kebetulan jarang dipake. Modelnya summer dress jadi kesannya ceria. Warna dasarnya adalah blue jeans dengan motif bunga-bunga warna pink. Untuk konstum si pacar, pengennya dia pake kemeja kotak-kotak dengan kombinasi merah dan biru dongker, jadi senada dengan saya.

Ternyata cari kemeja kotak-kotak itu agak ribet, ya. Hari pertama, Senin 27 Februari 2012, pulang kantor saya dan dia langsung ke Taman Anggrek. Taman Anggrek dipilih karena ada Metro dan Matahari. Begitu datang langsung menuju ke Metro ke bagian Pierrox, merk kesukaan si pacar. Langsung nemu kemeja yang kita mau. Motifnya cocok banget. Langsung dicoba…. eh, ukuran terbesar pun nggak muat karena modelnya adalah slim fit. -____-”

Setelah muter-muter mall nggak nemu kemeja yang cocok buat pacar. Eh, saya malahan hanya dengan sekali ngelirik dapet 2 baju yang sesuai dengan tema vintage. :D :D Si pacar akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pencarian hari pertama dan melanjutkannya besok ke distro di Tebet.

Hari kedua, Selasa, 28 Februari 2011, sehabis pulang kantor langsung meluncur ke distro di Tebet. Distro pertama yang dimasuki adalah Noinbrand. Wow, banyak kemeja kotak-kotak. Ada satu kemeja yang ditaksir, tapi pas dipake lagi-lagi kesempitan. Duh, car, kayaknya kamu harus diet, deh.

Dari Noinbrand, dia keukeuh semekeuh mau ke Ouvall, distro favoritnya. Padahal saya udah bilang, yuk coba Bloop. Tapi dia bilang Bloop nggak oke, coba Ouvall aja. Pas di Ouvall bener aja nggak ada yang oke satupun. *merasa menang* Dia dengan sukarela malah mengajak ke Bloop. Dia sibuk pilih kemeja, saya pilih asesoris. Eh, nggak sengaja nemu suspender warna hitam (padahal udah niat mau minta tolong teman yang kerja dekat Mangga Dua untuk beliin di sana) dengan harga 30 ribu rupiah saja. Yeay! Hati pun makin senang karena dia menemukan kemeja yang dia suka dan pas di badan. Double yeay! :D :D Pencarian hari kedua SUKSES.

Hari ketiga, 29 Februari 2011. Kondisi fisik si pacar udah drop banget. Suaranya  bindeng. Dia flu berat. Untungnya tidak menghalangi niat untuk tetap berburu barang. Kali ini dipusatkan di Plasa Semanggi. Kenapa di situ? Karena di situ modelnya mirip Ambas. Apa yang kita mau pasti ada. Fokus hari ini lebih ke asesoris dan beli cemilan buat piknik. Semua yang kita mau didapat hari itu. Cuma setelah dipikir-pikir, beli cemilan untuk piknik di pagi hari pas prewed aja, deh.

3 hari akhirnya terkumpul juga semua yang kita pengen. YES!

 

Prewedding Photos: Concept Brainstorming

Kemarin saya baru prewed photoshoot, lho!

Kisah menuju prewed ini agak berliku dan rumit. *tsaaah* Niat untuk melakukan prewed udah dari awal Januari. Udah sempat kirim-kiriman e-mail sama Fish Photography, tapi untuk ketemu jadwal kita bentrok. Baru akhirnya bisa ketemu dengan Mbak Sofia (istri fotografernya, yang juga make-up artist wedding saya nanti) di akhir Januari.

Di situ, saya dan pacar membahas konsep seperti apa yang kita mau. Intinya, kita pengen konsep yang fun untuk menggambarkan hubungan kita. Pengennya pake yang casual aja. Uhuuy!

Setelah membahas konsep dan nunjukin seperti apa yang kita mau, kita membahas tanggal. Ditentukanlah di pertengahan Februari setelah Marhusip dulu. Lalu menentukan lokasi, yang mana mereka memberi ide di TMII. Katanya banyak tempat bagus. Secara kita berdua udah bertahun-tahun nggak ke TMII jadi ya nggak tahu tempat itu gimana, ya kita angguk-angguk aja.

Belum ada sehari memutuskan jadwal prewed, eh besokannya si pacar memberi tahu kalo sehari setelah prewed itu dia ujian. Cape deh! *tepok jidat* Mana ujiannya 2 minggu pula! Jadi diputuskan diundur sampe 1 Maret karena kita pengen hari Kamis di mana saya lagi libur dan cuti dia belum kepake banyak. Mepet banget, kan dengan pernikahan kita. Tapi ya sudahlah. Prioritas dulu lah ya. Ujian dia lebih penting.

Konsep awalnya adalah piknik, karena kita suka suasananya yang menyenangkan. Kenapa piknik? Karena dari sejarah pacaran, kegiatan yang paling menyenangkan dan membekas adalah kegiatan di luar ruangan dan di alam bebas. Misalnya, kayak dulu sering ke Puncak, Bogor, dan Bandung untuk kencan outdoor. Makin kesini makin nggak punya waktu buat ke luar kota karena banyak yang mesti diurusin. Nah, pengennya dengan piknik itu bisa menggambarkan kesenangan kita akan sesuatu yang fun dan bukan nge-mall.

Lalu, konsep kedua adalah nonton bioskop. We love watching movies. Kayak belum lengkap kalau seminggu nggak nonton bioskop. Jadi pengennya foto prewed di bioskop dengan berbagai ekspresi sesuai dengan jenis filmnya. Nah, untuk konsep yang ini saya pengen di Subtitle, Dharmawangsa. Tempat ini semacam private theater yang bisa disewa dan tentunya boleh buat prewed. Masalahnya adalah dari Dharmawangsa ke TMII jauh bener, ya. Akan menghabiskan waktu di jalan.

Lalu kepikiran gimana kalau foto pikniknya di Taman Langsat, Barito aja. Barito ke Dharmawangsa kan deket, tuh. Udah sempat tanya-tanya ke orang-orang berapa biaya untuk prewed di sana. Taman Langsat itu taman milik pemerintah yang artinya terbuka untuk publik dan gratis. Tapi tau sendiri kan kalau pasti ada pungutan liar yang suka-suka orangnya aja mau ngecharge berapa.

Di tengah-tengah lagi cari lokasi dan mematangkan konsep, camer minta ada foto formil yang pake gaun dan jas. Ooww oww… saya nggak mempersiapkan untuk konsep seperti itu. Tapi baiklah, mari kita wujudkan. Jadi saya tanya sana-sini lagi konsep seperti apa yang paling oke untuk foto formil. Pengennya di dermaga Ancol. Kayaknya pernah lihat yang bagus foto di situ. Ancol-Dharmawangsa-TMII. Buset ini jauh semua lokasinya.

Kalau udah begini langsung hubungin Mbak Sofia dan minta saran. Mbak Sofia bilang kalau di Ancol (yang mana dia pernah di situ) untuk booking tempat harus bayar 2,5 juta, kecuali kalau kita main kucing-kucingan. Apalagi kan pakaian kita nanti pake gaun dan jas, jadi kemungkinan untuk ketauannya besar.

Setelah pikir punya pikir, diputuskan ada 3 konsep yang kita mau: piknik, vintage, dan formil. Semua di TMII karena ada ijin resmi, nggak mahal, dan banyak pilihan tempat.

Sip. Mari lanjut ke perburuan properti.